Ladies, Anda pasti sudah pernah mendengar pengobatan kanker yang disebut kemoterapi. Ya, kemoterapi adalah salah satu metode pengobatan kanker yang paling populer dan terkenal karena persentase kesembuhan pasiennya yang lumayan tinggi.
Kemoterapi adalah metode penanganan kanker payudara yang menggunakan obat-obatan untuk merusak atau bahkan menghancurkan secara total sel kanker pada tubuh Anda. Meskipun terkenal sangat efektif membunuh sel kanker, namun kemoterapi juga tidak lepas dari nama buruk. Pasalnya, metode ini memiliki efek baik jangka pendek maupun jangka panjang yang sangat merepotkan.
Berdasarkan lansiran oleh everydayhealth.com, Kathleen Havlin, MD pembantu professor divisi hematology dan oncology University of Cincinatti mengatakan bahwa efek samping dari kemoterapi ini tergantung dengan obat yang dikonsumsi.
Beberapa obat yang digunakan dalam kemoterapi memang sangat ekstrim dan sangat kuat sehingga bisa merusak badan Anda. Meskipun pada awalnya mereka dirancang untuk menghancurkan sel kanker saja, tapi ternyata obat-obat tersebut juga bisa merusak sel tubuh yang sehat.
Beberapa kemungkinan efek jangka panjang akibat kemoterapi adalah:
- Kerusakan sistem saraf, beberapa obat dalam kemoterapi terbukti bisa merusak beberapa bagian di saraf pasien. Mengakibatkan rasa geli, sakit hingga mati rasa di bagian tangan atau kaki. Beberapa kasus menunjukkan kerusakan saraf permanen yang tidak bisa disembuhkan.
- Masalah ingatan, beberapa wanita mengalami penurunan dalam berkonsentrasi dan kemampuan mengingat mereka.
- Kelelahan akut, banyak pasien yang menjalani kemoterapi mengeluh kelelahan saat menjalani terapi ini. kemungkinan besar disebabkan oleh anemia, sulit tidur atau depresi ketika menjalani pengobatan.
- Kerusakan jantung, segera hentikan pengobatan jika kerusakan jantung mulai terdeteksi.
Oleh: Sony Anshar
(vem/rsk)