Mungkin ibu bertanya-tanya apa kaitannya memberi ASI pada bayi dengan mencegah anak terkena epilepsi. Bagaimana bisa? Kalau ingin tahu lebih lanjut simak informasinya seperti yang diulas di naturalnews.com
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Pediatrics, semakin lama ibu menyusui, semakin rendah kemungkinannya bagi anak untuk mengalami kejang saat besar nanti. Peneliti dari Denmark menyatakan bahwa bayi yang disusui minimal 9 bulan pertama lebih sedikit kemungkinannya untuk kejang dibanding anak yang disusui hanya selama 3 bulan pertama setelah dilahirkan.
Pada penelitian tersebut, ada 70.000 ibu ditanya berapa lama mereka menyusui bayinya dan apakah anak mereka mengalami kejang setelah berumur 1 tahun. Data menyimpulkan bahwa semakin lama bayi disusui, semakin sedikit kemungkinan mereka mengalami kejang yang bisa berkembang menjadi epilepsi, suatu kondisi yang menyerang syaraf yang ditandai dengan kejang hebat.
Nutrisi unik dan faktor imun yang ada di ASI sangatlah penting bagi perkembangan fisik dan mental anak. Bayi yang kekurangan gizi lebih beresiko mengalami kejang, sama seperti bayi yang minum susu formula daripada ASI.
“Otak anak terus berkembang paling tidak selama 16 tahun. Dan 5 tahun pertama adalah saat terpenting bagi perkembangan awal otak anak”, jelas Dr. Linda Friedman, profesor neuroscience di New York College of Osteopathic Medicine. Dr. Linda juga menyarankan ibu-ibu untuk menyusui paling tidak selama 6 bulan pertama.
Luar biasa kan manfaat ASI, Bu.
Oleh: Agit Diyanita
(vem/sfg)