Mitos Seputar Anak Albino

FimelaDiterbitkan 19 Juli 2013, 08:08 WIB

Mitos pasti ada di setiap kelompok masyarakat. Dan bahkan, mitos ini masuk ke banyak sekali aspek-aspek kehidupan. Mungkin juga, berhubungan dengan apapun yang kita lakukan sehari-hari.

Nah, seringkali, mitos ini juga berkaitan dengan ranah kesehatan, yang jelas-jelas sudah ada ahli medis yang akan menanganinya. Memang akan menjadi satu kesalahan yang fatal apabila keyakinan yang salah ini diteruskan ke generasi-generasi berikutnya.

Ya, begitu pula dengan mitos yang berkaitan dengan anak albino ini. Ada beberapa yang memang perlu kita ketahui agar paham bagaimana yang benar, dan bagaimana cara menyikapinya.

Menurut albinism.org, salah satu mitos mengatakan bahwa ketika anak tidak mempunyai mata yang berwarna pink, maka mereka tidak akan mengalami albino. Benarkah?

Kenyataannya, warna mata anak tidak selalu pink atau kemerah-merahan. Pada beberapa anak albino yang masih memiliki sedikit pigmen di dalam tubunya, kemungkinan akan memiliki mata yang berwarna hijau atau agak sedikit kecoklatan.

Nah, baru untuk mereka yang tidak memiliki pigmen sama sekali di dalam tubuhnya, akan memiliki mata yang berwarna pink ini. Oleh karena itulah, seringkali anak albino akan nampak seperti memiliki warna yang berwarna merah ketika difoto. Ini karena iris mereka tidak bisa memantulkan cahaya dari blits kamera.

Ada juga yang mengatakan kalau anak albino memiliki gangguan dengan mental. Nah, Ladies, jangan pernah menggubris pernyataan yang satu ini ya. Karena kenyataannya, albino sama sekali tidak ada hubungannya dengan mental anak.

Semoga kita lebih bijak menghadapi mitos-mitos ini.

Oleh: Septia Ningrum

(vem/ova)

Tag Terkait