Sukses

FimelaMom

Usia Berapa Anak Paling Rentan Mabuk? Ini 8 Cara Cegah Mabuk Perjalanan pada Anak

ringkasan

  • Mabuk perjalanan pada anak usia 2-12 tahun disebabkan oleh konflik informasi sensorik yang memicu mual, pusing, dan muntah.
  • Pencegahan melibatkan pengaturan asupan makanan ringan, posisi duduk yang tepat, menghindari gadget, serta memastikan sirkulasi udara baik dan istirahat cukup.
  • Untuk kasus yang lebih parah, konsultasi dengan dokter mengenai penggunaan obat antimabuk seperti dimenhydrinate dapat menjadi solusi, dengan memperhatikan efek samping kantuk.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, perjalanan jauh bersama si kecil seharusnya menjadi momen menyenangkan yang penuh tawa dan kenangan. Namun, tidak jarang pengalaman ini terganggu oleh kondisi yang umum dialami banyak anak: mabuk perjalanan. Kondisi ini dapat membuat anak merasa tidak nyaman, rewel, mual, pusing, hingga muntah, mengurangi kenyamanan selama perjalanan.

Mabuk perjalanan atau motion sickness paling sering menyerang anak-anak pada rentang usia 2 hingga 12 tahun, dan jarang terjadi pada balita di bawah 2 tahun atau orang dewasa. Fenomena ini terjadi ketika otak menerima informasi yang bertentangan dari berbagai indra tubuh, seperti mata, telinga bagian dalam, serta saraf di persendian dan otot.

Ketidaksesuaian sinyal ini membingungkan otak dan memicu gejala tidak menyenangkan yang membuat anak merasa tidak enak badan. Oleh karena itu, memahami penyebab dan menerapkan cara cegah mabuk perjalanan pada anak menjadi kunci agar setiap perjalanan dapat dinikmati dengan tenang dan nyaman.

Mengenali Penyebab Umum Mabuk Perjalanan pada Anak

Mabuk perjalanan terjadi karena otak kesulitan memproses semua informasi yang diberikan oleh panca indra dan sistem pergerakan secara bersamaan. Misalnya, saat anak duduk di kursi belakang mobil dan tidak dapat melihat keluar jendela atau sedang membaca buku, telinga bagian dalam merasakan gerakan, tetapi mata dan tubuh tidak. Ketidaksesuaian sensorik inilah yang membingungkan otak dan memicu gejala mabuk perjalanan.

Selain ketidaksesuaian sensorik, guncangan mobil yang terlalu cepat atau sering berhenti mendadak juga dapat memengaruhi keseimbangan tubuh anak. Posisi duduk yang tidak nyaman, seperti menghadap ke belakang atau ke samping, juga memperburuk kondisi ini. Fokus mata yang terpaku pada objek diam, seperti buku atau layar gawai, saat kendaraan bergerak juga menjadi pemicu utama.

Membaca atau menatap layar gawai membuat otak sulit menyesuaikan antara apa yang dilihat dan gerakan kendaraan, yang dapat menyebabkan pusing dan mual. Faktor lain yang berkontribusi adalah riwayat keluarga yang cenderung mengalami mabuk perjalanan, serta kurangnya istirahat atau tidur yang cukup sebelum memulai perjalanan.

Strategi Makanan dan Minuman untuk Mencegah Mual

Untuk mencegah mabuk perjalanan pada anak, Sahabat Fimela perlu memperhatikan asupan makanan dan minuman si kecil. Sebelum perjalanan, hindari memberikan anak makanan dalam porsi besar, berminyak, atau pedas setidaknya 3 jam sebelumnya, karena berpotensi memicu mual. Sebaiknya berikan makanan ringan dan tidak berlemak.

Selama perjalanan, jangan biarkan perut anak kosong. Berikan camilan ringan dalam porsi kecil namun sering untuk menjaga perut tetap terisi tanpa terlalu penuh. Beberapa makanan yang direkomendasikan untuk membantu mengatasi mual meliputi jahe dalam bentuk kue atau teh hangat, biskuit gandum yang dapat mengurangi air liur, serta buah kering yang tinggi sodium.

Selain itu, pisang yang kaya protein dan kalium dapat membantu mengatasi mual dan mengembalikan mineral tubuh. Buah citrus seperti jeruk juga efektif meredakan rasa mual, sementara kacang-kacangan menyediakan protein dan pati tinggi untuk memulihkan energi. Pastikan anak tidak kekurangan cairan, namun hindari minuman bersoda atau makanan yang terlalu asam dan berminyak yang dapat mengganggu pencernaan.

Mengatur Posisi dan Lingkungan Perjalanan yang Nyaman

Pengaturan posisi duduk yang tepat sangat krusial dalam cara cegah mabuk perjalanan pada anak. Saat di dalam mobil, posisikan anak di kursi tengah yang menghadap ke depan agar pandangannya lurus ke jalan. Hindari posisi duduk menghadap ke belakang atau ke samping, dan usahakan anak melihat pemandangan jauh ke depan dan di luar mobil untuk memperluas lapang pandangnya.

Jika bepergian dengan pesawat atau kapal laut, pilih tempat duduk di dekat bagian sayap pesawat atau di tengah kapal laut, karena area ini cenderung memiliki guncangan yang lebih minim. Minta anak untuk menyandarkan kepalanya ke kursi untuk mencegah gerakan kepala yang berlebihan, yang juga bisa memicu mual.

Penting juga untuk menghindari penggunaan gawai atau membaca buku selama perjalanan, karena aktivitas ini dapat memperparah gejala mabuk perjalanan. Alihkan perhatian anak dengan mengajaknya mengobrol, bernyanyi, atau bermain permainan kata. Selain itu, pastikan sirkulasi udara di dalam kendaraan cukup baik dengan membuka jendela sesekali untuk mendapatkan udara segar.

Dukungan Tambahan untuk Perjalanan Bebas Mabuk

Istirahat yang cukup sebelum perjalanan adalah fondasi penting untuk mencegah mabuk perjalanan. Pastikan anak sudah beristirahat dan tidur yang cukup agar tubuhnya lebih siap menghadapi perjalanan panjang. Jika perjalanan sangat panjang, berhentilah sejenak di tempat terbuka untuk menghirup udara segar dan biarkan anak melakukan peregangan ringan di luar mobil.

Beberapa jenis minyak aromaterapi atau minyak angin, seperti lavender, kayu putih, atau peppermint, dapat membantu meredakan mual. Jika anak mulai menunjukkan gejala, mintalah ia untuk menghirup aromanya perlahan. Aromaterapi ini bisa menjadi solusi alami yang menenangkan.

Apabila tips di atas belum cukup, pertimbangkan penggunaan obat anti mabuk perjalanan. Obat yang mengandung zat aktif seperti dimenhydrinate (misalnya Antimo Anak, Dramamine) dapat digunakan untuk anak di atas 2 tahun. Obat ini sebaiknya diminum sekitar 30 menit hingga 1 jam sebelum berangkat agar bekerja lebih efektif. Selalu konsultasikan dosis dan jenis obat dengan dokter atau apoteker, karena beberapa obat anti mabuk dapat menyebabkan kantuk.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading