Sukses

FimelaMom

Mengenal Peran Musik untuk Perkembangan Anak, Benarkah Hanya Musik Klasik?

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, tahukah kamu? Musik bukan hanya sekadar alunan nada-nada indah yang membangkitkan semangat atau menenangkan jiwa. Lebih dari itu, musik dipercaya sebagai salah satu bentuk stimulasi yang dapat mendukung perkembangan dan kecerdasan anak.

Terutama di masa golden age—yakni 1.000 hari pertama kehidupan anak. Musik memainkan peran penting dalam pembentukan koneksi otak, pengembangan kemampuan bahasa, hingga keseimbangan emosi. Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan fakta, bahwa stimulasi audio seperti musik dapat membantu meningkatkan daya ingat, konsentrasi, kemampuan kognitif, bahkan keterampilan motorik halus sejak usia dini. Tinggal bagaimana kita sebagai orangtua memilih, mengenalkan, dan membiasakannya pada anak. 

Namun, satu pertanyaan yang kerap muncul: benarkah hanya musik klasik yang memberikan manfaat tersebut? Ataukah ada jenis musik lain yang juga bisa memberikan efek serupa, bahkan mungkin lebih relevan dengan karakter anak masa kini? Penasaran? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini, ya!

 

Apa Itu Jenis Musik Klasik?

Sahabat Fimela, musik memiliki banyak sekali jenis atau genre, mulai dari dangdut, pop, jazz, hingga musik klasik. Pada dasarnya, semua jenis musik ini dapat digunakan dalam hal membantu menstimulasi perkembangan otak anak. Namun, tidak semua musik cocok untuk setiap anak. Karena itu, pemilihan musik sebaiknya disesuaikan juga dengan karakter dan kebutuhan si kecil.

Salah satu genre musik yang paling sering disebut-sebut dalam kaitannya dengan stimulasi kecerdasan anak adalah musik klasik—yang akan kita bahas kali ini. Tapi pertanyaannya, apa sebenarnya yang dimaksud dengan musik klasik?

Musik klasik adalah jenis musik yang berkembang di Eropa sejak abad ke-17 hingga ke-19. Ciri khasnya terletak pada komposisi yang kompleks, struktur yang teratur, serta harmoni yang kaya. Musik ini biasanya dimainkan dengan alat musik orkestra seperti piano, biola, cello, dan klarinet. Nama-nama besar seperti Mozart, Beethoven, dan Bach adalah tokoh utama dalam genre ini.

Umumnya, musik klasik bersifat instrumental, yaitu musik yang disajikan tanpa lirik dengan melodi yang tenang dan stabil. Karena sifatnya yang menenangkan dan membantu fokus, musik klasik kerap dijadikan latar ketika anak sedang belajar atau beristirahat.

Salah satu tokoh yang paling dikenal dalam kaitannya dengan stimulasi kecerdasan adalah Mozart. Musiknya dipercaya mampu menstimulasi bagian otak yang berkaitan dengan logika dan konsentrasi. Dari sinilah kemudian muncul istilah yang kita kenal, Mozart Effect, yaitu keyakinan bahwa mendengarkan musik Mozart bisa meningkatkan kecerdasan. Meski beberapa penelitian mendukung hal ini, perlu diingat juga bahwa tidak semua karya Mozart cocok untuk semua anak, ya, dan hal ini juga berlaku pada semua jenis musik. Jadi sebagai orangtua, kita harus lebih selektif lagi dalam memilihnya. 

 

Tak Hanya Musik Klasik, Gamelan Juga Bisa Jadi Pilihan

Kalau selama ini kita mengira hanya musik klasik yang punya dampak positif dan selalu direkomendasikan untuk membantu perkembangan anak, ternyata musik tradisional seperti gamelan juga tak kalah menarik, lho! Mengutip dari seminar IDAI bersama Dr. dr. Lisa Pangemanan, M.Kes, Sp.A, Subsp. TKPS(K), mengungkapkan, ada beberapa penelitian menunjukkan bahwa alunan gamelan dapat membantu menstimulasi kecerdasan anak, terutama dalam hal konsentrasi dan koordinasi.

Gamelan adalah musik tradisional Indonesia yang terdiri dari berbagai instrumen seperti gong, saron, kendang, dan bonang. Alunan bunyinya cenderung lembut, berulang, dan ritmis—karakteristik yang ternyata sangat baik untuk menenangkan pikiran sekaligus merangsang daya fokus anak.

Menariknya, gamelan juga memperkenalkan anak pada pola dan struktur yang teratur. Saat anak mendengarkan atau bahkan ikut memainkan alat gamelan, mereka dapat belajar mengenal irama, tempo, hingga kerja sama dalam kelompok yang kompak sekali, karena gamelan memang pada umumnya dimainkan secara ensemble atau bersama-sama. Proses ini dapat mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional secara menyeluruh.

Jadi, nggak harus musik dari luar negeri dulu, ya. Musik dari budaya kita sendiri pun punya banyak manfaat. Dan siapa tahu, dengan mengenalkan gamelan sejak dini, anak juga bisa tumbuh dengan rasa cinta terhadap warisan budaya Indonesia.

Ke depannya, kalau penelitian tentang musik lainnya dan perkembangan anak terus berkembang, bukan tidak mungkin akan ditemukan lebih banyak lagi jenis musik, baik tradisional maupun modern—yang terbukti bermanfaat dan direkomendasikan untuk menstimulasi kecerdasan anak. Karena pada akhirnya, dunia anak adalah dunia yang dinamis, dan musik bisa menjadi salah satu jembatan terbaik untuk menumbuhkan potensi mereka secara alami.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading