Tradisi Pernikahan dari Seluruh Penjuru Dunia: Maroko

FimelaDiterbitkan 24 Agustus 2013, 11:23 WIB

Mengenal berbagai macam tradisi pernikahan dari seluruh penjuru dunia memang sangat menyenangkan. Sebab setiap tradisi yang dilakukan memiliki makna tersendiri yang sangat kental akan budaya masing-masing. Nah, untuk menambah wawasan anda, berikut adalah ulasan mengenai tradisi pernikahan di Maroko.

Seperti yang dilansir dari wedding.theknot.com, pernikahan di Maroko biasanya dilangsungkan pada hari Minggu di musim gugur pada akhir masa panen. Hal ini dilakukan dengan maksud agar banyak makanan yang tersedia yang dapat digunakan untuk hidangan para tamu undangan yang hadir pada pesta pernikahan.

Baju pernikahan yang digunakan pada tradisi Maroko sangat bervariasi tergantung daerah masing-masing. Namun, mereka semua akan sama-sam menonjolkan warna pada baju pernikahan yang akan dikenakan. Biasanya baju pernikahan mengandung unsur warna kuning untuk menghalau roh jahat dan warna hijau yang membawa keberuntungan.

Menjelang hari pernikahan, pengantin wanita akan memberi henna, semacam tato temporer, pada tangan dan kakinya. Pernikahan tradisional Maroko biasanya berlangsung selama tujuh hari berturut-turut. Pesta pernikahan tersebut akan dilangsungkan terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Tiga hari pertama akan digunakan untuk persiapan, pesta, dan mempercantik mempelai wanita. Pada hari keempat, upacara pernikahan akan dilangsungkan dan pada hari keempat dan kelima pesta pernikahan akan digelar. Pada hari ketujuh, kedua mempelai akan duduk pada sebuah bantalan kursi, kemudian diarak dihadapan keluarga dan kerabat sebelum menuju ke kamar pengantin.

Untuk masalah hidangan, biasanya orang Maroko akan menyajikan ikan dan daging ayam sebagai lambang dari kesuburan. Para tamu akan menyantap ‘tajine’, masakan yang terbuat dari daging ayam, daging kambing, daging sapi, almon, apricot, dan bumbu lainnya.

Lies Nureni

(vem/ova)
What's On Fimela