Menurut indonesian-publichealth.com, imunisasi sudah dikenal di Indonesia sejak sebelum perang dunia kedua, atau sekitar abad ke 19. Pada saat itu jenis imunisasi yang sedang digalakkan adalah imunisasi cacar karena penyakit ini mewabah pada saat itu.
Kemudian, pada tahun 1956 dimulailah era baru imunisasi di Indonesia dengan pelaksanaan kegiatan imunisasi cacar, hingga akhirnya pada tahun ini Indonesia dinyatakan bebas cacar oleh WHO. Namun, hingga tahun 1974, pemerataan imunisasi belum berhasil di Indonesia. Hingga pada tahun 1977 akhirnya pemerintah mencanangkan program EPI (Expanded Program on Immunization. Program ini bertujuan untuk mensukseskan Indonesia dalam program Universal Child Immunization (UCI) pada tahun 1982.
Menurut infoimunisasi.com, jangkauan imunisasi di Indonesia makin meningkat dari tahun ke tahun. Setiap tahun, ada minimal 3 juta anak yang mendapatkan imunisasi terhindar dari kematian dan 750 anak terhindar dari kecacatan.
Pemberian imunisasi terhadap anak-anak telah menjadi hal yang dicanangkan oleh pemerintah sejak lama. Pemberian antibodi pasif ini berguna untuk merangsang antibodi aktif yang mampu difungsikan oleh tubuh sehingga perlawanan terhadap penyakit dapat terjadi secara maksimal. Maka dari itu, Bunda harus betul-betul memperhatikan jadwal imunisasi si kecil agar tidak terlewat. Biasanya, tenaga medis yang membantu kelahiran Bunda akan langsung memberikan leaflet jadwal imunisasi untuk si kecil supaya Bunda bisa mengantar si kecil mendapatkan imunisasi tepat waktu.
Mazhi
(vem/ova)