Kalau berbicara tentang lemak, pasti banyak orang yang berusaha sebisa mungkin menghindarinya. Karena mengkonsumsi lemak akan menambah kolesterol tubuh. Benarkah?
Nah, untuk mengetahuinya, silahkan simak ulasan berikut.
Seperti dijelaskan medicalnewstoday.com, lemak adalah salah satu nutrisi terpenting bagi tubuh, karena tanpanya tubuh kita akan kekurangan energi dan lemak men-support nutrisi lain untuk melakukan tugasnya. Lemak, yang tersusun atas molekul yang kaya karbon, memiliki sifat hydrophob—sulit larut dalam air dan hanya dapat larut dalam larutan organik seperti eter, chloroform, atau benzol.
Asupan lemak dapat berasal dari hewan (hewani) seperti mentega, krim, dan lemak dari daging, juga dapat berasal dari tumbuhan (nabati) seperti minyak zaitun atau minyak jagung.
Lemak terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu
Lemak jenuh. Terlalu banyak mengkonsumsi lemak ini dapat meningkatkan kolesterol, yang dapat menyebabkan masalah jantung atau stroke. Dapat ditemukan pada makanan olahan, seperti kue kering, biskuit, makanan ringan, dan minyak kelapa.
Lemak tak jenuh. Lemak jenis ini bersifat netral bagi kesehatan (tidak baik juga tidak jahat). Dapat diperoleh melalui alpukat, dan minyak kacang tanah.
Lemak majemuk tak jenuh. Lemak ini baik untuk kesehatan, terutama yang berasal dari ikan karena mengandung asam lemak majemuk tak jenuh Omega-3, yang dapat menurunkan kadar kolesterol dan melindungi dari penyakit jantung. Dapat diperoleh dari ikan lemak (sarden, mackerel, salmon, dan herring), minyak biji anggur, dan minyak biji bunga matahari.
Lemak trans. Lemak ini dapat menambah kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik dalam tubuh, yang mengakibatkan serangan jantung dan stroke. Dapat ditemukan dalam gorengan, donat, kue kering, pizza, pie, biscuit, cracker, dan makanan lain yang dipanggang.
Asizah
(vem/ova)