Reaksi Emosional Anak Terhadap Perceraian Orang Tuanya

FimelaDiterbitkan 06 September 2013, 15:05 WIB

Respon anak terhadap perceraian kedua orang tuanya berbeda-beda. Hal tersebut tergantung pada kualitas hubungan anak dengan masing-masing orang tua sebelum perpisahan, intensitas dan durasi konflik orang tua, kemampuan orang tua untuk fokus pada kebutuhan anak setelah perceraian. Berikut beberapa reaksi emosional anak terhadap perceraian kedua orang tuanya, dirangkum mediate.com:

1. Penolakan

Terjadi pada anak yang masih kecil. Biasaya diuangkapkan melalui cerita tentang rencana masa depan bersama.

2. Ditinggalkan

Ketika orang tua berpisah, anak khawatir siapa yang akan mengurus mereka. Mereka takut akan dibuang dan ditinggalkan oleh salah satu atau kedua orang tua.

3. Kemarahan dan permusuhan

Anak-anak bisa mengekspresikan kemarahannya kepada teman-teman, orang tua, dan anggota keluarga yang lain. Permusuhan bila terjadi bila anak menganggap orang tuanya bersalah atas apa yang erjadi.

4. Depresi

Tanda dari depresi bisa berupa lesu, gangguan makan dan tidur, dan cedera secara fisik (biasanya dialami remaja)

5. Ketidakdewasaan

Perkembangan mental anak mugkin akan mundur ke tahapan dimana mereka benar-benar merasakan dicintai oleh orang tuanya, jauh hari sebelum perpisahan terjadi. Mereka akan merasa marah kepada orang tua yang mereka anggap telah merampas kebahagian masa kecilnya.

6. Menyalahkan diri sendiri

Anak-anak sering merasa bertanggung jawab atas perpisahan orang tuanya. Mereka akan mencoba membujuk agar orang tuanya kemabali rujuk dengan berjanji akan berperilaku yang lebih baik.

Oleh: Handayani Rahayuningsih

(vem/rsk)
What's On Fimela