Sukses

Relationship

Intip Tanda Tersembunyi dari Perceraian yang Mendadak

ringkasan

  • Perceraian mendadak, terutama di awal pernikahan, seringkali didahului oleh tanda-tanda yang terlewatkan, seperti penarikan diri dari keluarga pasangan dan perubahan komunikasi.
  • Pria dengan ego yang tidak aman atau merasa kurang perhatian cenderung mencari validasi di luar hubungan, menjadi indikator masalah serius.
  • Detasemen emosional yang disamarkan sebagai masalah kesehatan mental atau perubahan pikiran setelah menikah adalah sinyal penting yang perlu diwaspadai dalam suatu hubungan.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, perceraian yang datang secara tiba-tiba, terutama di awal pernikahan, bisa menjadi pengalaman yang sangat menyakitkan dan membingungkan. Banyak individu merasa 'terkejut' atau tidak melihat tanda-tanda peringatan sama sekali. Namun, menurut Eve Simmons, seorang jurnalis yang mengalami hal serupa dan kemudian melakukan penelitian ekstensif, tanda-tanda tersebut seringkali sudah ada jauh sebelumnya, hanya saja terlewatkan.

Artikelnya di Independent.co.uk menyoroti pola umum yang dialami banyak wanita milenial, di mana perpisahan mendadak sebenarnya didahului oleh sinyal-sinyal yang terlewatkan. Memahami tanda-tanda ini dapat membantu kita untuk lebih peka terhadap dinamika hubungan dan mencari bantuan profesional jika diperlukan, sebelum masalah berkembang menjadi perceraian yang mengejutkan dan menyakitkan.

Meskipun perceraian adalah hal yang dibenci, terkadang ia menjadi jalan terakhir ketika masalah rumah tangga tidak dapat diselesaikan. Mari kita selami lebih dalam beberapa tanda penting yang sering terlewatkan, berdasarkan pengalaman nyata dan pengamatan ahli, agar Sahabat Fimela dapat mengenali potensi masalah lebih awal dalam hubungan.

Perubahan Dinamika Keluarga dan Komunikasi Pasangan

Salah satu tanda awal yang sering diabaikan adalah penarikan diri yang mendadak dan diam-diam dari keluarga pasangan. Eve Simmons, setelah dua setengah tahun meneliti data terkait patah hati, menyadari bahwa tanda-tanda perpisahannya sudah ada selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Tanda pertama yang ia identifikasi adalah 'penarikan diri yang tenang dan mendadak dari keluarga saya'.

Selain itu, perubahan signifikan dalam gaya komunikasi juga menjadi petunjuk penting. Zoë, salah satu wanita yang diwawancarai dalam penelitian Simmons, mengalami 'depresi' suaminya selama setahun penuh sebelum perpisahan mereka pada tahun 2021. Belakangan diketahui bahwa suaminya berselingkuh selama delapan bulan. Zoë menyimpulkan bahwa 'perubahan dalam gaya komunikasi reguler bisa menjadi petunjuk lain'. Kurangnya komunikasi yang efektif dapat memicu masalah rumah tangga yang berujung pada perceraian.

Ketika semua percakapan menjadi singkat, formal, dan tanpa keintiman emosional, hubungan bisa terasa hambar dan menjadi tanda bahwa salah satu pihak mulai menjauh. Hilangnya ikatan emosional ini merupakan tanda pengabaian emosional yang berbahaya dalam pernikahan, menyebabkan perasaan kesepian dan depresi. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga komunikasi yang jujur dan terbuka dengan pasangan.

Ego Pria Milenial dan Kebutuhan Akan Perhatian

Simmons juga mengamati pola di mana 'pria milenial yang tidak aman, meskipun mereka tertarik pada wanita mandiri dan mandiri, ego mereka pada akhirnya tidak dapat menanganinya'. Ia menambahkan bahwa 'mereka berkembang pesat jika merasa dipuja, atau ada seorang gadis yang sangat bergantung pada mereka'. Pria dengan ego yang tinggi cenderung memprioritaskan kebutuhan dan keinginan pribadi di atas segalanya. Ego yang tidak terkendali dapat merusak hubungan dan komunikasi.

Pencarian perhatian di luar hubungan juga merupakan sinyal bahaya. Simmons menyadari bahwa jika seorang pria merasa kurang perhatian dalam hubungannya, 'ada kemungkinan besar ia akan mencarinya di tempat lain'. Hal ini sering terjadi ketika pria merasa kurang dihargai atau dipuja di dalam hubungan yang ada.

Memahami sumber ego pria, seperti pola asuh dan tekanan sosial untuk selalu terlihat kuat, dapat membantu wanita menghadapi situasi ini dengan lebih bijak. Alih-alih menantang, pendekatan empati dan menunjukkan penghargaan dapat membantu menurunkan sisi defensif mereka, sehingga komunikasi menjadi lebih sehat.

Detasemen Terselubung dan Perubahan Pikiran Setelah Menikah

Banyak wanita yang merasa 'terkejut' oleh perceraian melaporkan bahwa mantan pasangan mereka menjelaskan periode detasemen atau jarak emosional sebagai episode masalah kesehatan mental. Ini bisa menjadi taktik untuk menyembunyikan masalah yang lebih dalam atau niat untuk mengakhiri hubungan. Detasemen emosional, yang bisa disamarkan sebagai masalah kesehatan, dapat menyebabkan pasangan merasa tidak dicintai dan diabaikan.

Seorang terapis yang dikutip dalam artikel tersebut menjelaskan fenomena 'perceraian mendadak' ini dengan sederhana: 'Mereka menikah dan segalanya tampak memburuk. Salah satu dari mereka berubah pikiran'. Ini menunjukkan bahwa terkadang, meskipun tidak ada tanda-tanda dramatis, perubahan hati atau komitmen bisa terjadi setelah ikatan pernikahan terjalin.

Perubahan pikiran ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakmampuan pasangan untuk menghadapi kenyataan hidup setelah menikah atau perbedaan ekspektasi yang tidak realistis. Penting bagi pasangan untuk terus berkomunikasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dalam hubungan mereka.

Berikut adalah beberapa tanda yang sering terlewatkan, berdasarkan pengalaman dan pengamatan ahli:

  • Penarikan Diri yang Mendadak dan Diam-diam dari Keluarga Pasangan.
  • Perubahan Gaya Komunikasi yang Signifikan, menjadi lebih singkat, formal, dan kurang intim.
  • Pria Milenial yang Tidak Aman dan Kebutuhan Akan Pujian atau merasa dipuja.
  • Pencarian Perhatian di Luar Hubungan karena merasa kurang perhatian dari pasangan.
  • Detasemen yang Disamarkan sebagai Masalah Kesehatan Mental untuk menutupi masalah sebenarnya.
  • Perubahan Pikiran Setelah Menikah, di mana salah satu pihak kehilangan komitmen setelah ikatan pernikahan terjalin.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading