Ladies, kita kembali membahas kehidupan seks di Eropa nih. Di artikel lain, kita sudah membahas bagaimana rekam jejak zoofilia di Yunani Kuno. Sekarang kita akan membahas orientasi seks yang normal, namun terjadi di Romawi. Khususnya, tentang bagaimana masyarakat Romawi mengerti soal wanita.
Ladies, tau gak, kalau Kerajaan Romawi terbentuk sekitar tahun 500 Masehi. Sekitar tahun itulah, pengetahuan manusia tentang wanita masih sangat lucu, jika dilihat dari kacamata modern sekarang ini.
Yang lucu dan unik dari masyarakat Romawi kuno adalah pemahaman mereka tentang PMS (Pre-menstrual syndrome).
Menurut publishersweekly.com, wanita mengalami fenomena 'Hysteria' saat akan datang bulan. Menurut mereka, rahim si wanita sedang gentayangan dan harus diusir dengan bau-bauan menyengat dan suara-suara yang memekakkan telinga.
Bangsa Romawi Kuno juga memiliki pengetahuan rendah tentang klitoris wanita. Kebodohan mereka ini berujung pada mutilasi klitoris yang dianggap terlalu besar. Mengerikan ya, Ladies?
Semua kesalahpahaman ini Ladies, karena ilmuwan jaman itu belum meneliti tubuh manusia setelah mati. Sepertinya mereka menganggap tabu studi yang dilakukan pada mayat manusia. Tapi, ya begitu itu hasilnya. Pengetahuan mereka tidak berkembang, malah menyakiti manusia yang hidup.
Oleh karena itu, Ladies, mengejar ilmu pengetahuan terkadang harus menentang arus. Kalau tidak, seperti bangsa Romawi Kuno tuh. Mereke terkenal dengan teknologi dan taktik perang-nya tapi sangat minim pengetahuannya akan bagian tubuh wanita.
Oleh: Sahirul Taufiqurrahman
(vem/rsk)