Transvestic Fetishism II: Perawatan

FimelaDiterbitkan 15 April 2014, 12:59 WIB

Ada suatu kelainan seksual yang disebut transvestic fetishism. Ladies pernah dengar? Seperti yang dirilis di situs minddisorders.com, transvestic fetishism adalah suatu kelainan seksual dimana penderitanya melakukan cross-dress alias memakai pakaian seperti lawan jenisnya untuk mencapai kepuasan seksual.

Meskipun begitu, bukan berarti seorang transvestite akan selalu homoseksual ya ladies, beberapa di antara mereka adalah heteroseksual. Meskipun tidak jarang juga ada yang terlibat secara intim dengan sesama jenis.

Kebanyakan dari transvestite memang pria, namun hal tersebut mungkin juga karena masyarakat kita menganggap seorang wanita yang berpakaian seperti pria adalah hal yang wajar, namun tidak dengan sebaliknya. Tidak banyak seorang transvestite mencari perawatan dari seorang psikiater atas kemauan sendiri, kebanyakan dari mereka berusaha mencari perawatan karena orang terdekatnya seperti pacar atau istri/suami merasa tertekan dengan kondisi pasanganya.

Meskipun seseorang dengan transvestic fetishism mendapat kepuasan seksual dengan cross-dressing, mereka terkadang juga masih biasa melakukan hubungan seksual secara normal. Karena itu usaha behavioral therapy dengan cara orgasmic reorientation yang bertujuan untuk melatih pasien agar mereka mampu merespon stimulus yang dianggap normal tidak banyak berhasil.

Selain itu karena umumnya transvestic fetishism tidak membahayakan orang lain, kebanyakan dari mereka memang tidak akan berusaha melakukan terapi. Justru pasangan mereka yang merasa tidak nyaman-lah yang akhirnya mengajak si pasangan untuk mencari pengobatan/perawatan.

 

Oleh: Teylita A

(vem/riz)
What's On Fimela