Ladies, untuk mencegah datangnya suatu penyakit, tentunya kita harus mengetahui penyebanya dan memikirkan cara agar tidak terjangkit. Demikian pula kasus yang berlaku untuk mengenali penyebab TBC, penyakit yang menyerang sistem pernafasan pada manusia.
Laman stoptb.org menerbitkan sejenis jurnal ilmiah yang mengulas mengenai HIV dan TBC. Dalam jurnal tersebut, penyebab tunggal TBC adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis yang “bermukim” di dalam paru-paru.
Lantas, bagaimana bakteri tersebut dapat masuk ke dalam tubuh? Fakta lain yang mencengangkan adalah bahwa justru sebagian besar dari kita memiliki bakteri TBC di dalam tubuh. Bakteri tersebut masuk melalui udara yang kita hirup dalam proses pernafasan sehari-hari.
Bila kebanyakan dari kita memilikinya di dalam tubuh, mengapa hanya sedikit orang yang menunjukkan gejala terjangkit TBC? Hal ini disebabkan karena sistem imun kita menjaga pertumbuhan bakteri ini dalam taraf aman sehingga tidak sampai merusak dan menginfeksi organ-organ dalam tubuh kita.
Untuk menulari orang lain, cukup bagi kita dengan batuk, tertawa, meludah, dan berbicara. Kemudian, bakteri tersebut lepas ke udara dan terhirup oleh orang lain. Sistem penularannya begitu sederhana, namun, sistem kekebalan tubuh kita yang menentukan kita terjangkit atau tidak.
Tidak banyak cara untuk membuktikan keberadaan bakteri tersebut di dalam tubuh pada fase belum aktif. Yang jelas, tetap berlaku waspada dan menjaga pola hidup sehat bisa membedakan nasib hidup seseorang.
Oleh : A. Gusti Efendy
(vem/ver)