Ladies, beberapa orang mengalami penyakit yang akut. Sehingga tidak dapat diatasi hanya dengan penggunaan oral drug atau terapi saja. Dan jalan satu- satunya dengan transplantasi Ladies yang merupakan treatment akhir. Akan tetapi treatment akhir bukanlah berakhirnya pengobatan. Anda juga masih perlu beberapa jenis obat agar organ hasil transplantasi dapat bekerja secara normal. Lantas, apa nih obat penyakit hati setelah melakukan proses transplantasi?
Ladies, setalah melakukan transplanstasi biasanya sistem kekebalan masih lemah dan hati Anda akan sangat rawan terkena bakteri penyebab infeksi. Makanya, perlu Anda lakukan pengobatan dengan menggunakan prednisone.
Berdasarkan langsiran dari laman iuhealth.org, prednisone merupakan jenis obat corticosteroid yang mampu mengatasi autoimun hepatitis. Gunanya nih Ladies, untuk mencegah terjadinya rejeksi atau penolakan hati pada pasien transplantasi. Pada dasarnya, obat corticosteroid ini sudah dalam tubuh Anda. Namun hanya dalam jumlah kecil. Sehingga ahli kesehatan akan memberikan obat prednisone ini dalam jumlah banyak untuk menekan overaktif imun dalam tubuh Anda. Dan juga dapat mencegah terjadinya berbagai infeksi.
Penggunaan obat corticosteroid ini tidak dapat serta merta dihentikan begitu saja Ladies. Sehingga dengan terpaksa pasien tersebut harus menempuh life- long threatening. Kalau ingin sembuh ya harus menjalankannya meski sedikit terpaksa.
Ya Ladies, ketika pasien kekurangan corticosteroid dalam tubuhnya, maka keadaan yang semula berangsur sembuh akan membuatnya kembali dalam keadaan krisis.
Oleh : Rannie
(vem/ver)