Bagi Moms yang suka pergi berbelanja ke supermarket-supermarket besar maupun pasar tradisional dan pedagang sayur keliling harus lebih waspada dan berhati-hati. Kabar bahwa ada beberapa bumbu dapur yang mengandung jenis racun berupa bakteri salmonella sater terdengar. Pada artikel sebelumnya yang berjudul Waspada Jenis Racun dalam Bumbu Dapur Rempah dari India dan Meksiko (Part 1) menyebutkan beberapa jenis bumbu dapur yang terindikasi bakteri salmonella.
Bakteri salmonella ini akan mudah sekali masuk dan berkembng biak dengan baik dalam tubuh yang memiliki sedikit antibodi dan sistem imun yang bisa dibilang lemah. Jadi, sangat mudah menginfeksi bagi anak muda, orang tua, dan anak di bawah usia 5 tahun.
Di Amerika serikat, keracunan akibat konsumsi rempah-rempah bukan merupakan hal yang baru. Dilansir dari halaman okefood.com, menurut hasil penelitian yang dipublikasikan da Food Researh International menunjukkan bahwa lebih dari 1700 kasus keracunan makanan yang dikaitkan dengan konsumsi rempah-rempah.
Dari basil, lada hitam, lada putih, hingga cabai. Ada sekitar 270an jiwa meninggal di 44 negara di dunia karena terinfeksi bakteri yang satu ini. Kebanyakan dari orang tersebut menggunakan lada hitam dan cabai merah yang dicampurkan ke dalam masakan yang digunakan untuk membumbui daging.
Gejala yang mungkin timbul ketika seseorang keracunan jenis bakteri ini adalah diare, demam yang berkepanjangan dan seringnya kram pada perut. Perkembangbiakan salmonella akan terjadi dari 12 sampai 72 jam setelah tubuh terifeksi. Gejalanya mungin akan terlihat selama 4 hingga 7 hari setelah terinfeksi.
Oleh: pipit Pratiwi
(vem/)