Kisah Seorang Gadis yang Disekap dan Diperkosa Guru Ngajinya

Fimela diperbarui 08 Agu 2014, 14:54 WIB

Diceritakan dalam murtadinkafirun sebuah kisah tentang seorang gadis yang dipaksa untuk melayani nafsu bejat guru ngajinya sendiri. Kisah ini bermula ketika seorang gadis, sebut saja namanya Bunga, menuntut ilmu keislaman pada seorang guru ngaji yang memang sudah terkenal di daerah tempat tinggalnya. Tidak ada kecurigaan apapun yang muncul pada saat Bunga pertama kali bertemu dengan gutu gajinya tersebut.

Tidak berapa lama dari saat itu, Bungan telah menjadi murid kesayangan guru ngajinya tersebut. Ia sering diajak berjalan-jalan dan bahkan suatu hari Bunga diajak guru ngajinya tersebut untuk menemui gurunya di kota Surabaya. Senang akan dapat menemui guru dari guru ngajinya, Bunga setuju-setuju saja diajak ke Surabaya.

Sesampainya di Surabaya ternyata Bungan tidak diajak ke rumah guru dari guru mengajinya tersebut. Ia malah diajak ke rumah salah satu saudara guru ngajinya dan disekap di sana. Selama penyekapan tersebut berlangsung, Bunga dipaksa untuk melayani nafsu bejat guru ngajinya tersebut. Hal itu tidak hanya terjadi sekali, tetapi berkali-kali. Pemerkosaan ini terjadi selama 6 hari Bungan berada di Surabaya.

Setelah nafsunya terpuaskan, seperti yang dikisahkan dalam news.okezone.com, Bunga kemudian diantar pulang ke rumah orang tuanya. Tidak tahan dengan perlakukan guru ngajinya selama di Surabaya, Bunga kemudian menceritakan semuanya kepada orang tuanya. Mendengar hal tersebut, orang tua Bunga langsung melabrak guru ngaji tersebut dan melaporkannya ke pihak yang berwenang.

 

Oleh: Meilia Hardianti

(vem/riz)
What's On Fimela