Berkenalan dengan Terapi Flotasi untuk Menghilangkan Stres

Annissa Wulan diperbarui 26 Feb 2019, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Terapi flotasi dikenal dengan terapi yang memintamu untuk berbaring sendirian selama satu jam di sebuah pod futuristik yang diisi air untuk menghilangkan stres. Apa kamu pernah mendengar tentang terapi flotasi ini sebelumnya?

Dilansir dari purewow.com, Selasa (26/2/2019), terapi flotasi biasanya menggunakan air yang mengandung 1.000 pon garam epsom untuk menimbulkan daya apung. Pod yang digunakan juga benar-benar gelap dan kamu hanya bisa berdiam diri di dalamnya sebagai terapi untuk mengatasi stres.

Air yang digunakan dijaga agar berada pada suhu kulit atau sekitar 95 derajat. Terapi flotasi seringkali disebut juga sebagai terapi deprivasi sensori atau terapi isolasi untuk menghilangkan stres yang ditemukan oleh John C. Lilly, seorang praktisi medis dan ahli saraf pada tahun 1954.

2 dari 2 halaman

Terapi flotasi untuk menghilangkan stres

Ilustrasi berenang. Sumber foto: unsplash.com/Shazmyn Ali.

Mengapa banyak orang melakukan terapi flotasi ini? Banyak orang mengakui bahwa terapi ini dapat mempengaruhi pikiran dan tubuh, mendorong relaksasi yang dalam, mengurangi rasa sakit, meningkatkan kualitas tidur, dan kreativitas.

Ide dasarnya adalah dengan menghilangkan fungsi indera, kamu akan akan lebih menjinakkan pikiran yang terlalu terstimulasi dan masuk ke dalam kondisi meditasi. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2014 oleh para peneliti di Universitas Karlstad, Swedia menemukan bahwa orang yang melakukan terapi flotasi selama 7 minggu mengalami penurunan tingkat stres, depresi, kecemasan, serta peningkatan rasa optimis, dan kualitas tidur. Tertarik untuk mencoba?