Sebuah Teks dari Mantan Bikin Mood Berantakan, tapi Bodo Amat deh!

Endah Wijayanti diperbarui 17 Feb 2021, 12:08 WIB

Fimela.com, Jakarta Kita sudah memulai membuka lembaran hidup yang baru. Selama beberapa waktu terakhir bahkan rasanya sudah lebih bahagia. Tapi kemudian tanpa ada angin atau hujan, mantan mengirim sebuah pesan menanyakan kabar bahkan mengatakan kangen. Duh, bikin mood berantakan banget deh.

Tapi kalau kita sudah benar-benar ingin melepaskan si mantan yang sudah pernah membuat hati kita terluka begitu dalam, nggak perlu terlalu mempedulikan pesan teksnya itu. Mungkin pada awalnya kita merasa kesal atau marah karena pesan teks itu, tapi itu sebenarnya hal yang wajar. Dr. Joy Harden Bradford, psikolog berlisensi dan penulis Questions That Need Answers: After the Breakup seperti yang dilansir dari elitedaily.com, mengungkapkan, "Kurasa penting untuk tetap tegas pada dirimu dan perasaanmu sendiri, jadi bila teks tersebut mengingatkan sesuatu pada dirimu lalu harimu terasa berantakan setelah itu, biarkan saja terjadi lalu buat rencana untuk menciptakan hari yang lebih baik keesokan harinya."

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Jangan Langsung Merespons Pesan Teksnya

Ilustrasi.(Foto: unsplash.com/Andy Art)

Ngapain sih dia mengirim pesan teks lagi? Buat apa dia menghubungi lagi? Coba untuk ambil jeda "memprosesnya". Tak perlu buru-buru merespons pesan teksnya. Apalagi bila selama ini kita sudah mengganti nomor telepon kita dengan yang baru, tapi kenapa dia bisa tahu? Ada baiknya untuk mencari bantuan atau pendapat dari sahabat atau orang terdekat kita sebelum meresponsnya.

3 dari 3 halaman

Kalau Sudah Niat Moving On, Konsistenlah!

Ilustrasi./Copyright pexels.com

Bila sosok mantanmu itu adalah pria yang abusif dan sering melukaimu saat dulu masih berhubungan dengannya, kini saatnya untuk lebih tegas pada diri sendiri. Sudah ada niat untuk moving on, maka perlu benar-benar konsisten. Bisa jadi si mantan itu mengirim pesan teks hanya karena iseng atau ingin coba mengerjaimu lagi. Jangan sampai deh terjatuh dalam kesalahan yang sama lagi.

Ingat Bahwa Kita Berhak Bahagia dengan Lembaran Hidup yang Baru

Kita berhak bahagia. Kita berhak mendapat cinta yang lebih baik. Saat kita merasa sosok mantan itu bukan orang yang terbaik untuk kita, maka kita memang perlu membuat pilihan yang lebih baik. Kita berhak mencintai dan dicintai oleh orang yang benar-benar tepat. Mungkin kita dulu pernah membuat kesalahan, tapi ya namanya hidup kita akan terus belajar untuk menjadi lebih bijak dan dewasa dari kesalahan yang pernah kita buat.

Jika kita sudah memantapkan hati tak ingin menjalin hubungan dengan orang yang salah itu lagi, maka tak perlu berlarut-larut meladeni secuil perhatiannya. Kita berhak mendapatkan seseorang yang lebih baik untuk hidup kita, bukan mantan yang masih suka meneror kita dengan isi pesan yang tidak penting.