Bikin Bangga, Prilly Latuconsina Bicara di Konferensi Internasional di Hongkong

Anto Karibo diperbarui 12 Jul 2019, 21:24 WIB

ringkasan

  • Prilly Latuconsina menjadi pembicara di RISE Conference Hongkong
  • Di sana Prilly menjabarkan sudut pandangnya tentang cantik
  • Prilly juga menjelaskan bagaimana seharusnya fungsi media sosial

Fimela.com, Jakarta Prilly Latuconsina tak bisa menutup bagaimana kebahagiaannya ketika didapuk menjadi salah satu pembicara dalam Rise COnference yang dihelat di Hongkong baru-baru ini. Konferensi tingkat dunia ini merupakan konferensi teknologi yang terbesar.

Prilly sendiri dianggap sebagai seorang yang memiliki kemampuan memberikan efek positif bagi generasi muda di Indonesia. Bagaimana tidak, dirinya merupakan aktris, penyanyi, enterpreneur dengan follower Instagram hingga 29,5 juta orang.

What's On Fimela
Prilly Latuconsina di RISE Conference (Instagram/prillylatuconsina96)

"I feel humbly proud to be part of @riseconfhq 2019, the largest technology conference Asia," ujar Prilly di laman Instagramnya, prillylatuconsina96 baru-baru ini.

Prilly pun demikian lancar menjabarkan bagaimana dirinya menanggapi tentang perkembangan media sosial. Dalam bahasa Inggris, kekasih Maxime Bouttier ini begitu fasih bicara tentang sudut pandangnya.

"Dalam menggunakan media sosial gak hanya untuk posting foto-foto cantik, atau video yang sedang viral. Atau juga menjual kehidupan pribadimu demi jutaan followers," kata Prilly Latuconsina.

2 dari 3 halaman

Definisi Cantik

Prilly Latuconsina di RISE Conference (Instagram/prillylatuconsina96)

Sebagai seorang artis, Prilly Latuconsina mengerti bahwa sensasi bukanlah hal yang layak untuk diperjuangkan demi popularitas. Bekerja dengan mengedepankan kualitas adalah yang paling layak.

"Dan sampai hari ini, ya bagaimana kita bekerja dan mempertahankan kualitas," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Prilly juga menyinggung tentang definisi cantik menurutnya. "Cantik bukan hanya wajah yang cantik, atau kulit yang bagus, lalu tubuh yang langsing. Cantik itu di sini dan apa yang keluar darinya," tutur Prilly menunjuk hatinya.

3 dari 3 halaman

Impact Bukan Impress

Buku-buku hasil tulisan Prilly Latuconsina telah diterbitkan. Buku pertamanya ialah 5 Detik Dan Rasa Rindu. (Liputan6.com/IG/prillylatuconsina96)

Lebih lanjut, ketika membahas tentang platform media sosial, Prilly Latuconsina mengatakan jika itu adalah sarana. Bisa dipakai untuk kebaikan juga sebaliknya. Social Media is not to impress but to impact, demikian tegas Prilly.

"Media sosial bukan platform untuk ajang pembuktian kepada orang banyak, namun platform untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat," tandas Prilly.