Sayangi Tubuh dan Jiwamu, 4 Makanan Bantu Kurangi Depresi

Endah Wijayanti diperbarui 08 Jan 2020, 14:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Makanan dan minuman yang kita konsumsi bisa memengaruhi kondisi kesehatan tubuh dan pikiran. Bahkan kesehatan mental kita sangat dipengaruhi oleh yang kita konsumsi sehari-hari. Bagi yang didiagnosis mengalami depresi, biasanya diperlukan terapi hingga pengaturan pola makan untuk memulihkan kondisi.

Ada beberapa jenis makanan yang diyakini dapat membantu mengurangi depresi. Tentu saja hanya fokus pada makanan saja tidaklah cukup. Tetap diperlukan pendampingan dan penanganan dari kalangan profesional untuk mengatasi depresi. Meski begitu, tak ada salahnya untuk mulai membiasakan mengatur pola makan dengan lebih selektif dalam memilih makanan yang kita konsumsi.

1. Makanan Fermentasi

Dilansir dari cookinglight.com, bakteri usus memiliki peran penting dalam perkembangan gangguan kesehatan mental termasuk depresi. Mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri baik seperti pada makanan fermentasi (misalnya kimchi, tempe, dan yogurt) bisa memberi manfaat kesehatan yang besar. Dalam sebuah meta analisis dari sekitar 100 penelitian menemukan bahwa risiko depresi bisa berkurng secara signifikan dengan mengonsumsi makanan kaya probiotik secara teratur.

2. Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan selada air kaya akan vitamin C, beta karoten, dan folat. Tercukupinya kebutuhan folat setiap hari bisa mengurangi risiko terkena depresi. Untuk kesehatan otak yang optimal, direkomendasikan mengonsumsi satu porsi sayuran hijau setiap hari.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

3. Makanan Mengandung Protein Rendah Lemak

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Artem_Tryhub

Kekurangan vitamin B12 bisa membuat seseorang berisiko lebih tinggi mengalami depresi. Vitamin B12 umumnya ditemukan pada sumber protein hewani. Cukupi kebutuhan protein rendah lemak yang bisa diambil dari ikan dan telur untuk bantu kurangi risiko depresi. Sumber protein rendah lemak lain yang dapat meningkatkan suasana hati lainnya adalah ikan tuna, daging kalkun, dan kacang-kacangan yang juga mengandung asam amino triptofan, senyawa kimia dalam otak yang dapat menciptakan rasa gembira.

4. Makanan yang Mengandung Zink

Ada penelitan yang menemukan bahwa orang yang mengalami depresi memiliki kadar zink yang rendah dalam tubuhnya. Mengonsumsi makanan yang mengandung zink seperti kerang dan tiram dapat dilakukan untuk bantu mengurangi gejala depresi. Zink memiliki fungsi penting dalam fungsi otak, khususnya pada kemampuan berpikir jernih, bertindak, dan berkonsentrasi.

Bila kita mulai merasakan gejala-gejala depresi, segera hubungi psikiater atau psikolog untuk mendapat penanganan yang tepat, ya. Mengatur pola makan bisa jadi hanya salah satu cara untuk bantu mengurangi depresi.

#GrowFearless with FIMELA