Ini Manfaat Bagi Tubuh Jika Rutin Konsumsi Alpukat

Fimela Editor diperbarui 17 Feb 2020, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Alpukat menjadi salah satu buah yang digemari banyak orang, dari anak-anak hingga dewasa. Tak hanya dapat dikonsumsi secara langsung, alpukat juga dapat disajukan dalam menu seru yang lezat, dari guacamole hingga roti bakar. Secara teknis, alpukat dapat ditanam di iklim tropis dan iklim non tropis. Dengan harga yang terjangkau, alpukat juga dikenal dengan berbagai manfaat dan nutrisi bagi tubuh.

Alpukat mengandung asam lemak tak jenuh tunggal, serat makanan, dan nutrisi penting untuk membantu sel-sel tubuh beregenerasi. Dilansir dari thelist.com, berikut manfaat yang dapat dirasakan oleh tubuh jika rutin mengonsumsi alpukat.

Berat badan ideal

Alpukat penuh dengan nutrisi penting dan lemak sehat yang dapat membantu membuat perut merasa kenyang dalam waktu lama. Dalam sebuah studi di tahun 2013, peserta penelitian melaporkan merasa lebih kenyang selama tiga hingga lima jam setelah mengonsumsi setengah buah alpukat yang dapat mengurangi konsumsi karbohidrat secara keseluruhan.

"Alpukat dapat memberikan rasa kenyang karena memiliki lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang sehat. Penelitian menunjukkan bahwa ukuran pinggang dan berat badan akan menyusut ketika makan alpukat dalam jumlah sedang,” jelas ahli nutrisi, Beth Warren.

Memang benar bahwa alpukat mengandung banyak kalori sehingga sangat penting untuk diingat bahwa mengonsumsinya dalam jumlah banyak dapat menjadi kontraproduktif dalam permainan penurunan berat badan. Ahli gizi Savino Rego menyarankan untuk mencoba trik sederhana memotong kalori dengan mencampurkan kacang polong hijau dengan alpukat.

Kesehatan jantung meningkat

Dalam hal kesehatan jantung, asam lemak esensial yang ditemukan dalam alpukat ikut berperan. Juru bicara Asosiasi Pendidik Diabetes Amerika, Sandra J. Arevalo mengatakan bahwa lemak sehat membantu menjaga sistem kardiovaskular yang sehat dan dapat mengurangi risiko penyakit stroke, serangan jantung, atau penyakit kardiovaskular lainnya.

Selain itu, kalium merupakan bagian integral dalam menjaga jantung. Para peneliti telah menemukan bahwa kadar rendah mineral berkontribusi terhadap masalah kardiovaskular dan dapat membantu mencegah kalsifikasi di arteri jantung. Dengan 364 mg per setengah cangkir, alpukat mengandung lebih banyak potasium ketimbang pisang.

Risiko terkena penyakit kanker menurun

National Institute of Health melaporkan bahwa pada tahun 2014, kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia yang merenggut lebih dari 8 juta jiwa. 

Alpukat juga dikenal dapat mencegah dan membantu penghentian pertumbuhan jenis kanker tertentu. Sebuah studi ditahun 2010 menemukan bahwa alpukat mengandung karotenoid yang efektif dalam menghentikan pertumbuhan kanker tertentu, seperti kanker prostat serta kematian sel kanker tertentu, seperti kanker mulut dan lambung.

"Asam Oleat, lemak utama dalam alpukat telah terbukti menawarkan perlindungan yang signifikan terhadap kanker payudara. Perempuan yang makan makanan kaya asam oleat telah menunjukkan penurunan tingkat kanker payudara," jelas Penulis buku Thirty Two Ways to Outsmart Cancer, Dr. Nalini Chilkov.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Melancarkan Sistem Pencernaan

ilustrasi alpukat/copyright Unsplash/Mariana Medvedeva

Alpukat adalah makanan super yang dikemas dengan serat dan nutrisi penting, seperti potasium yang akan membantu fungsi pencernaan. Alpukat juga merupakan makanan rendah fruktosa, sehingga cenderung menyebabkan gas. Potasium juga telah lama dikenal membantu banyak fungsi tubuh, termasuk pencernaan. 

Menurut penelitian tahun 2013, alpukat dapat memiliki efek kontra-aktif pada makanan yang menyebabkan peradangan, seperti daging burger. Alpukat juga mengandung serat tingkat tinggi, satu buah alpukat mengandung 33 persen dari porsi serat yang direkomendasikan setiap hari. Serat larut dalam alpukat sangat membantu dalam menormalkan pergerakan usus dan membantu menjaga kesehatan usus.

Penulis: Rafinda

#changemaker