Ini Cara Membahas Persoalan Keuangan yang Sensitif dengan Teman

Fimela Editor diperbarui 24 Mar 2020, 19:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Ketika berbincang bersama teman-teman, kerap kali kita menghindari topik yang amat sensitif dan jarang kita diskusikan bersama teman, yaitu keuangan. Subjek ini kerap menjadi topik pembahasan canggung dalam hubungan pertemanan seseorang, tidak peduli berapa banyak atau seberapa sedikit yang kamu miliki. Tak hanya itu, kamu juga tidak berkewajiban untuk mendiskusikan tentang keuangan dengan teman-teman. Tetapi jika kamu merasa bahwa topik tersebut membuat irisan antara kamu dan pertemananmu, maka mungkin kamu harus memulai pembicaraan.

Penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki hubungan yang berbeda dengan keuangan. Beberapa tumbuh dalam rumah tangga di mana keuangan adalah topik yang tabu, sementara keluarga lain berbicara secara terbuka tentang situasi keuangan mereka.

"Banyak orang merasa topiknya tidak nyaman, jadi, ketika kamu akan membicarakan keuangan dengan temanmu bahkan orang yang dicintai, buat pendekatakan percakapan tanpa ada penilaian dan ingatlah bahwa setiap perjalanan finansial berbeda."  jelas Anna Colton, Perencanaan Strategi Strategis Perbankan & Investasi Konsumen Timur Laut dan Divisi Eksekutif Bank of America 

Dilansir dari Hello Giggles,, masih besar kemungkinan untuk berbicara dengan teman-teman tentang keuangan. Berikut ini adalah strategi untuk dapat memulai percakapan yang bisa kamu lakukan jika ingin berbincang tentang keuangan.

Terus terang

Pertama-tama mulailah bertanya pada diri sendiri mengapa kamu ingin tahu tentang situasi keuangan seseorang? Jika kamu benar-benar hanya ingin tahu, mungkin lebih baik tidak bertanya, terutama jika kamu berpikir itu akan menimbulkan masalah. Jika kamu merasa tidak dapat mengikuti kebiasaan belanja atau nongkrong teman-teman kamu, maka jelaskan. Mungkin akan sedikit canggung, tetapi setidaknya semua orang akan mengerti, dan kamu tidak perlu merasa malu akan hal itu.

Jangan menganggap dirimu mengetahui segalanya tentang situasi keuangan seseorang

Masalah keuangan sangat pribadi. Hanya karena seseorang berhemat bukan berarti mereka sedang bermasalah dengan keuangan. Demikian juga, hanya karena seseorang mengeluarkan uang banyak bukan berarti mereka bergelimang harta. Ada berbagai faktor yang berkontribusi terhadap persepsi seseorang tentang kekayaan, misalnya situasi kehidupan mereka, daerah atau kota tempat mereka tinggal, pendapatan mereka, utang apa pun yang mereka miliki, dan masih banyak lagi.

Setiap orang memiliki prioritas keuangan

Beberapa orang mungkin memprioritaskan rencana kemandirian finansial yang berfokus pada pengurangan pengeluaran dan peningkatan investasi untuk pensiun dini. Ada juga yang lebih suka menghabiskan lebih banyak uang untuk hobi atau hiburan untuk keluarga. Demikian pula, beberapa orang mungkin memilih untuk memprioritaskan menabung untuk rumah. Sementara yang lain mungkin ingin fokus menabung untuk bepergian." Kesimpulannya prioritas pengeluaran seseorang, tidak akan sama dengan orang lain.

Bersikap empati

Apakah kamu berpenghasilan kurang atau lebih dari teman-temanmu. Dalam beberapa hal, uang bisa menjadi topik sensitif, terutama bagi mereka yang tahu bagaimana rasanya hidup dengan kondisi keuangan yang lebih sulit. Ingatlah bahwa setiap orang mungkin tidak seterbuka itu pada awalnya untuk berbicara tentang uang. Itulah sebabnya kompromi dan simpati adalah kunci dalam topik keuangan dan pertemanan. Perlu diingat bahwa tidak semua orang memiliki keberuntungan finansial seperti kamu, dan kamu juga harus peka terhadap anggaran dan tujuan mereka.

 

2 dari 2 halaman

Berbagi

Ilustrasi uang. Sumber foto: unsplash.com/Sabine Peters.

Orang lain dalam kelompok pertemananmu mungkin merasakan hal yang sama. Memulai percakapan  dapat membantu mereka menjadi lebih terbuka tentang keuangan mereka. Pada akhirnya, jangan biarkan uang merusak persahabatan yang baik, jika kamu memiliki tip dan trik unik yang dapat membantu kamu mencapai tujuan keuangan tertentu, kamu bisa berbagi untuk membantu orang lain juga.

Penulis: Iffah

#changemaker