Kebiasaan Memasak Sendiri Benar-Benar Efektif Mengurangi Pengeluaran

Endah Wijayanti diperbarui 09 Jun 2020, 14:13 WIB

Fimela.com, Jakarta Mengubah kebiasaan lama memang tidak mudah. Mengganti kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik pun kadang butuh proses yang tak sebentar. Membuat perubahan dalam keseharian dan hidup selalu memiliki perjuangannya sendiri. Melalui Lomba Change My Habit ini Sahabat Fimela berbagi kisah dan tulisannya tentang sudut pandang serta kebiasaan-kebiasaan baru yang dibangun demi hidup yang lebih baik.

***

Oleh: Nur Khoiro Umatin

Pandemi Covid-19 yang merambah negeri tercinta, Indonesia menimbulkan dampak yang luar biasa. Mulai dari Work from Home (WFH), tetap di rumah jika tidak ada kepentingan mendesak, imbauan mencuci tangan, memakai masker jika keluar rumah hingga physical distancing. Semua itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Saya sangat mendukung berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, mulai pemerintah pusat hingga pemerintah desa.

Sebagai wanita yang bekerja sekaligus ibu rumah tangga pagi hari merupakan saat-saat yang sangat sibuk bagi saya. Selain menyiapkan sarapan pagi, saya pun harus menyiapkan keperluan anak-anak mulai membangunkan hingga menyiapkan pakaian ganti. Jika kewalahan atau harus berangkat ke kantor lebih pagi, saya pun membeli makanan di warung untuk keluarga. Begitu juga untuk makan siang, biasanya saya membeli di warung dan anak-anak yang sekolah telah saya bekali uang saku yang cukup untuk membeli makan siang.

Semenjak diberi kesempatan untuk Work from Home (WFH) saya membiasakan diri memasak. Saya pun memanfaatkan sayur-sayuran yang ada di sekitar rumah. Kebetulan sisa tanah di sekitar rumah lumayan luas dan ditanami sayur-sayuran. Saya pun mulai membiasakan diri memasak untuk makan pagi, siang, dan malam. Sayur-sayuran menjadi menu utama pada setiap masakan yang saya olah.

Dalam pikiranku memetik sayur-sayuran yang ada di sekitar rumah jauh lebih aman. Internet menjadi tempat bertanya jika saya mulai kehabisan menu. Intinya saya berusaha menyajikan sayur-sayuran dalam berbagai menu yang tidak membosankan. Kadang dalam menu nugget ayam saya selipkan wortel dan daun bawang. Daun singkong pun saya campur dengan tahu putih dan bumbu-bumbu lainnya kemudian saya gulung menggunakan daun pisang dan jadilah rolade yang sehat.

 

2 dari 2 halaman

Makin Suka Sayur Mayur

Ilustrasi Memasak Makanan Credit: pexels.com/One

Anak-anak yang pada awalnya tidak suka sayur mulai belajar menikmati makanan berbahan sayur-sayuran yang saya masak dengan berbagai cara tersebut. Anak-anak dan suami pun menyukai dan mulai memuji masakan saya. Sudah hampir sebulan anak-anak terbiasa menikmati masakan yang saya masak. Pada saat saya harus masuk kerja untuk beberapa hari karena ada pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan di rumah, saya pun telah menyiapkan menu makan siang untuk suami dan anak-anak. Hal ini saya lakukan karena satu hari karena saya harus masuk kerja dan pulang kerja saya membeli makanan menurut suami dan anak-anak rasa masakannya berbeda dengan masakanku. Lebih enak masakan ibu, begitu kata anak saya.

Kini saya pun terbiasa memasak untuk keluarga dan mereka pun lebih menyukai masakan saya. Setiap hari harus ada sayur mayur dalam menu masakan saya. Jika tidak, anak dan suami akan memprotes saya. Kebiasaan mengonsumsi sayur telah menjadi bagian dari keluargaku. Anak-anak dan suami merasa lebih tubuhnya lebih sehat dengan mengonsumsi sayur mayur. Saya pun merasakan perubahan dengan kebiasaan mengonsumsi sayuran. Badan terasa lebih sehat dan tidak mudah lelah.

Anak-anak pun mulai meminta saya membawakan mereka bekal jika kelak telah masuk sekolah. Demikian juga dengan suami yang meminta dibawakan bekal makan siang untuk ke kantor. Saya pun mulai bertekad mengubah kebiasaan makan di luar atau membeli makanan di luar untuk keluarga. Saya pun akan membiasakan diri membawa bekal makanan dari rumah agar pada saat makan siang tidak perlu membeli makanan.

Pandemi Covid-9 telah mengajarkan banyak hal baik kepadaku dan keluarga. Mulai kebiasaan menjaga kebersihan, kebiasaan mengonsumsi sayur-sayuran, hingga kebiasaan memasak sendiri untuk keluarga. Kebiasaan memasak sendiri membuat saya bisa mengontrol makanan yang akan dikonsumsi keluarga. Saya pun bisa menyiapkan menu yang seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak. Selain itu, kebiasaan masak sendiri ternyata bisa mengurangi pengeluaran. Tabungan pun bisa bertambah. Semoga kebiasaan anak-anak mengonsumsi sayur-sayuran bisa bertahan. Menikmati masakan rumahan menyebabkan suami dan anak-anak lebih nyaman.

#ChangeMaker