Perubahan Kebiasaan sebagai Mahasiswi Sebelum dan Sesudah Pandemi

Endah Wijayanti diperbarui 15 Jun 2020, 11:25 WIB

Fimela.com, Jakarta Mengubah kebiasaan lama memang tidak mudah. Mengganti kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik pun kadang butuh proses yang tak sebentar. Membuat perubahan dalam keseharian dan hidup selalu memiliki perjuangannya sendiri. Melalui Lomba Change My Habit ini Sahabat Fimela berbagi kisah dan tulisannya tentang sudut pandang serta kebiasaan-kebiasaan baru yang dibangun demi hidup yang lebih baik.

***

Oleh: Irbah Salsabila

Halo Fimela, sebelumnya aku mau memperkenalkan diriku dulu ya. Aku Irbah Salsabila. Aku seorang mahasiswi tingkat akhir yang kuliah di Telkom University, Bandung. Aku sangat tertarik sama topik ShareYourStories Fimela bulan ini yaitu tentang bagaimana sih cara aku untuk membangun kebiasaan baru. Sebenernya di cerita aku ini nggak semuanya itu hal-hal positif atau kebiasaan baik yang aku lakukan. Karena pandemi pastinya kita jadi sering di rumah, kuliah online, dan ini musim magang pun aku harus Work From Home, yang notabene sudah pasti Senin-Minggu 90% keadaan di dalam rumah.

Karena sebelum pandemi aku pasti onsite buat masalah ngampus, sudah pasti aku tidur lebih cepat karena aku selalu dituntut bangun pagi. Lalu karena aku full kuliah dari Senin sampai Jumat, ditambah lagi untuk masalah ikut acara kepanitaan, aku makan sembarangan banget ya gorengan, jarang makan sayuran, lalu kayak kurang peduli sama makanan, selalu mikir yang penting kenyang. Tapi karena aku ngekost dan menjadi anak rantau, aku merasa mandiri karena aku mulai membiasakan nyuci baju sendiri, karena kan kalau laundry mahal ya. Lalu kalau ada waktu kosong aku masak. Enaknya di kost-ku menyediakan dapur jadi lebih mudah deh, beli bahan-bahan masakan di pasar pagi. Meskipun sibuk aku tetap memperhatikan penampilan aku sih apalagi wajah.

2 dari 2 halaman

Kebiasaan Selama di Rumah

Ilustrasu/copyrightshuttestcok/Vasin Lee

Lalu beberapa bulan sesudahnya dikabarkan untuk semua mahasiswa berada di rumah masing-masing sampai waktu yang ditentukan. Aku langsung bahas untuk kebiasaan aku selama di rumah ini. Meskipun di rumah yang aku pikir bakal enak banyak waktu senggang, ternyata tidak sama sekali. Aku mesti tetap kuliah online, tapi selama pandemi ini aku selalu tidur larut malam karena mikirnya, "Ah gampang kan ada mama yang selalu bangunin aku tiap pagi." Tapi selain itu aku makanannya lebih teratur, karena selalu ada menu sayuran tiap hari di rumah, dan aku merasa selama pandemi ini uang aku tuh larinya untuk belanja online. Hehe.

Selama di rumah juga aku jadi sering olahraga, karena di sini lumayan lengkap ada matrasnya juga lagi. Terus kakakku juga yang sering ajak aku buat memulai hidup sehat. Selama di rumah juga aku jadi sering memasak. Seru banget sih, setiap hari mencoba masakan yang gampang, murah, dan enak. Aku juga selama di rumah lebih bisa merawat diri. Lalu selain wajah aku juga merawat kulitku. Karena selama pandemi ini nggak dikasih uang jajan, aku coba memberi saran ke mama untuk buka usaha ayam ungkep dan mie ayam. Aku sebagai bagian marketing-nya.

Untuk melalui itu semua butuh proses dan kebiasaan dan nggak semua hal yang aku jalani ini lebih baik dari pada sebelumnya. Namun, aku berharap dan berusaha untuk mengontrol diriku agar bisa lebih mandiri, tahu hal yang mana harus didahulukan, dan mengurangi hal-hal yang akan merugikan aku, meskipun belum keliatan efeknya sekarang. Aan aku senang mencoba atau memperbaiki diriku agar menjadi orang yang lebih baik.

Terima kasih Fimela sudah mengadakan Share Your Stories. Ini pertama kalinya aku mengikuti SYS dan kayaknya bakal ketagihan karena aku bisa mengeluarkan isi yang ada di kepalaku.

#ChangeMaker