Punk Jadi Inspirasi di Balik Koleksi Chanel Haute Couture Fall-Winter 2020/21

Nabila Mecadinisa diperbarui 08 Jul 2020, 11:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Keanggunan bisa dilihat dari ragam sisi. Begitu juga dengan aliran punk yang identik dengan tampilan nyentrik dan bold. Di mata Chanel Creative Director, Virginie Viard, justru tampilan rebel punk bisa memberi sentuhan anggun yang berbeda.

"Saya berpikir tentang seorang putri dengan gaya punk yang datang ke Le Palace." Ungkapnya." Dengan memakai gaun taffeta, tatanan rambut besar, bulu-bulu, serta paduan perhisan tumpuk yang menawan. Bahkan koleksi ini juga terinspirasi dari Karl Lagerfeld yang merupakan sosok ikonis di balik Chanel. Karena semasa hidupnya, Karl sering mengunjungi Le Palace dengan gaya menawan dan eksentrik." Kenang Viard. 

Di saat koleksi Spring-Summer 2020 Chanel Haute Couture Collection menyirtkan kesederhanaan sebuah tempat di mana Gabrielle Chanel dibesarkan, kali ini di musim Fall-winter 2020/21 Haute Couture Collection dari Chanel menyajikan sentuhan glamor dan deretan perhiasan menarik.

2 dari 2 halaman

Chanel Haute Couture Collection Fall-Winter 2020/21

Kesan eksentrik terasa kental pada koleksi Chanel Haute Couture Fall-Winter 2020/21.

Dalam membuat karyanya kali ini Virginie Viard menyatakan jika ia suka mengerjakan karya yang menghadirkan kompleksitas dan keanggunan. Untuk koleksi kali ini, seluruh koleksi bordir termasuk Métiers d’art Lesage and Montex, dan Lemarié and Goossens telah berkontribusi untuk menampilkan bordir istimewa dengan sequins, batu-batu indah, dan juga beads.

Kepangan batu permata berkilau mengaksentuasi set trouser hitam sehingga menjadi tampilannya semakin istimewa. Atau sejumlah koleksi lainnya yang menyiratkan kesan romantis berpadu bold, untuk sempurnakan sebuah mahakarya fashion yang sesungguhnya.

Untuk koleksi kali ini, Chanel bekerjasama dengan fotografer fashion ternama Mikael Jansson dengan konsep modern dan minimalis. 

#ChangeMaker