Jenis Bermain Anak sesuai Usia untuk Optimalkan Tumbuh-Kembang

Anisha Saktian Putri diperbarui 10 Jul 2020, 15:41 WIB

Fimela.com, Jakarta Kebahagiaan terpancar jika anak sedang bermain karena bermain merupakan dunia mereka. Namun banyak yang memandang bermain adalah kegiatan yang tidak bermanfaat.

Padahal, anggapan ini salah karena sesungguhnya melalui bermain, aspek perkembangan fisik, keterampilan motorik, perkembangan kognitif, perkembangan sosial dan emosional dapat tumbuh.

Dengan bermain, membuat mood atau hati anak menjadi senang. Tanpa disadari oleh anak, melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, anak lebih mudah dalam menyerap banyak hal untuk perkembangannya.

Dengan bermain menggunakan permainan yang tepat, anak dapat meningkatkan keterampilan bahasa dan berkomunikasi, kognitif, keterampilan sosial-emosional dan juga keterampilan fisik serta motorik. Perlu diingat pentingnya permainanyang tepat untuk masing-masing usia untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, berikut penjelasannya merangkum dari siaran pers ELC.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Bermain sendiri untuk anak usia 0 – 2 tahun, termasuk di dalamnya:

Permainan anak/dok. ELC

Sensory play, di mana anak-anak hanya melihat segala sesuatu yang menarik perhatiannya dan melakukan gerakan pada anggota tubuhnya.

Solitary play, biasa dilakukan bersama-sama, dimana anak dibiarkan bermain sendiri-sendiri dengan berbagai macam alat permainan yang mereka pilih.

Permainan mengamati untuk anak usia 1 – 3 tahun

Onlooker play, dimana anak fokus mengobservasi sekelompok anak lain bermain.

Bermain bersama untuk anak usia diatas 3 tahun

Parallel Play, di mana anak bermain permainan yang sama dengan anak lain, tetapi tidak terjadi kontak antara satu sama lain.

Associative Play, di mana anak bermain bersama-sama dan diajarkan untuk saling meminjamkan mainan mereka masing-masing.

Cooperative Play, di mana anak bermain bersama-sama dalam kelompok dan permainan ini memiliki aturan.

Agar kegiatan bermain bersama anak menjadi lebih menyenangkan dan bervariasi, ada dua kategori permainan yang bisa dilakukan bersama, Structure Play dan Free Play. Structure Play atau yang juga dikenal sebagai permainan berorientasi tujuan, umumnya melibatkan penggunaan logika untuk menyelesaikan masalah.

Contohnya seperti mengikuti arahan untuk merakit mainan atau olahraga terorganisir seperti bermain bola. Sedangkan Free Play adalah permainan kreatif dan berimprovisasi dengan kemungkinan yang tidak terbatas, disini anak lebih berperan dalam memilih mainan apa yang mereka inginkan dan orang tua hanya merespon arahan yang diberikan anak. Permainan yang bisa dilakukanadalah seperti permainan balok, menggambar atau mewarnai.

#Changemaker