Peringati Hari Batik Nasional, Google Arts & Culture Tambahkan Halaman Batik

Annissa Wulan diperbarui 01 Okt 2020, 17:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober, Google Arts & Culture menambahkan halaman batik. Hal ini merupakan hasil kerjasama antara Google Arts & Culture, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Museum Tekstil Jakarta, Yayasan Batik Indonesia, dan didukung oleh Kok Bisa.

Halaman tersebut sekarang berisi lebih dari 1.100 tekstil Indonesia dalam resolusi ultra tinggi yang ditangkap dengan Art Camera. Koleksinya sendiri meliputi 900 batik dengan 45 pola baru, 200 tradisi tekstil Indonesia lainnya, 23 cerita digital imersif pilihan kurator ahli, materi edukasi yang terintegrasi, dan sorotan UKM batik lokal.

Selain itu, sudah ada pelatihan lebih dari 50 pakar batik melalui lokakarya Gapura Digital untuk membantu mereka memajukan bisnis melalui media digital. Inisiatif ini ditujukan untuk merayakan batik sebagai kain kebanggaan Indonesia, membagikannya kepada lebih banyak audiens, memudahkan pembelajaran, dan membantu industri lokal untuk berkembang.

 

 

2 dari 3 halaman

Batik sebagai identitas masyarakat Indonesia

Ilustrasi batik. Sumber foto: unsplash.com/Arief Santoso.

Batik Indonesia telah diakui dunia sebagai kekayaan budaya sejak 11 tahun lalu. Namun, dengan adanya pandemi, Asosiasi Pertekstilan Indonesia menyatakan adanya pengurangan 2,1 juta pekerja di industri tekstil dan produk tekstil.

Industri batik juga sangat mengalami kesulitan karena pandemi. Yang paling terdampak adalah usaha kecil dan menengah atau industri akar rumput.

Batik telah menjadi pengetahuan dan kerajinan tradisional selama berabad-abad. Tidak hanya itu, batik juga adalah bagian dari identitas masyarakat Indonesia sendiri.

3 dari 3 halaman

Tentang Google Arts & Culture

Ilustrasi batik. Sumber foto: unsplash.com/Agto Nugroho.

Google Arts & Culture memberikan dukungan berkelanjutan untuk ikut merayakan kekayaan budaya Indonesia ini, membuatnya makin mudah dipelajari, dan mendukung berkembangnya industri. Google Arts & Culture telah menjadi partner inovasi bagi lembaga-lembaga kebudayaan di seluruh dunia mulai tahun 2011, menyediakan akses ke koleksi seni dari setidaknya 2.000 museum.

Di antaranya ada Museum Tekstil Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, Galeri Batik Yayasan Batik Indonesia, Monumen Nasional, Yayasan Biennale Yogyakarta, Museum Seni Agung Rai, Museum Wayang Jakarta, Sangiran, Borobudur, dan Ciputra Artpreneur. Selamat Hari Batik!

#ChangeMaker