Kisah Perempuan yang Kecanduan Aplikasi Kencan Temukan Belahan Jiwanya di Dunia Nyata

Annissa Wulan diperbarui 06 Nov 2020, 13:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Aplikasi kencan pertama yang diunduh oleh Alison Karlene Hodgins adalah Plenty of Fish. Saat itu, Alison masih berusia 18 tahun.

Setelahnya, Alison mulai mengunduh berbagai aplikasi kencan lainnya, seperti Tinder dan Bumble. Sekali waktu, ia pernah berkencan secara stabil dengan orang-orang yang ditemuinya di aplikasi Bumble.

Ketika putus, Alison akan menghabiskan waktu untuk berduka, sebelum mengunduh aplikasi kencan lainnya. Di Hinge, ia bertemu dengan paramedis hingga pengusaha.

Setiap putus, Alison akan bertanya pada dirinya sendiri, apa yang sebenarnya ia inginkan, dan berjanji tidak akan mengunduh aplikasi kencan lainnya. Alison tidak pernah menyentuh alkohol dan obat-obatan, namun ia tidak bisa lepas dari aplikasi kencan.

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Alison berharap bisa bertemu dengan seorang pria secara langsung

Ilustrasi aplikasi kencan. Sumber foto: unsplash.com/Andrej Lisakov.

Ia menyakini ada alasan psikologis di balik kencanduannya terhadap aplikasi kencan. Lonjakan endorfin atau adrenalin saat seseorang yang dianggap menarik menganggap dirinya menarik juga.

Suatu kali, Alison pernah dinasihati agar berhenti dari kebiasaannya yang tidak sehat itu, namun tidak pernah ia gubris. Sampai ia merasa bahwa ia membutuhkan hubungan yang nyata, ia butuh bertemu seseorang secara langsung.

Alison merasa bahwa apa yang ia lakukan selama ini di aplikasi kencan hanya membuang-buang waktu saja. Alison menghapus akunnya di semua aplikasi kencan.

Tidak lama setelah itu, ia bertemu dengan seorang pria manis bernama Tavis. Tavis adalah seorang teman lama dan mampu membuat Alison jatuh cinta dengan proses yang nyata, bukan hanya sekedar bermain-main di aplikasi kencan.

3 dari 3 halaman

Alison dan Tavis merayakan hari jadi pertama mereka

Alison dan Tavis. Sumber foto: Document/Alison.

Bukan Tavis yang membuat Alison berhenti bermain aplikasi kencan, karena sebelum bertemu dengannya, Alison telah berusaha untuk mengatasi kencanduannya. Bahkan Alison tidak merasa ada masalah jika Tavis tahu dirinya dulu pernah kecanduan bermain aplikasi kencan, menurutnya, tidak perlu ada yang ditutup-tutupi.

Bagi Alison, Tavis bukan hadiah karena dirinya berhenti main aplikasi kencan, namun setelah dirinya benar-benar berhenti, Alison bisa terhubung dengan orang-orang yang sebenarnya ingin mengenalnya lebih jauh. Perkenalan di luar biografi 50 karakter, tanya jawab singkat, atau foto telanjang di dunia maya.

Untuk pertama kalinya, Alison tidak mengkhawatirkan apapun, ia tidak khawatir hubungannya tidak berhasil atau ia akan sendirian. Pada tanggal 15 September lalu, Alison dan Tavis merayakan hari jadi mereka, apa yang dimulai dengan persahabatan. berkembang menjadi hubungan dua orang dewasa, tanpa aplikasi kencan apapun.

#ChangeMaker