4 Tips Sukses BLP Beauty yang Menginspirasi

Anisha Saktian Putri diperbarui 10 Des 2020, 17:25 WIB

Fimela.com, Jakarta Dampak ekonomi yang merupakan rippling effect dari situasi pandemi saat ini, mengharuskan masyarakat untuk jeli memanfaatkan peluang yang ada untuk membantu mereka tetap bertahan. Salah satunya dengan memulai bisnis dari rumah sesuai dengan keahlian atau ketertarikan masing-masing. 

Hal ini sejalan dengan adanya peningkatan penjual yang bergabung di ecommerce seperti Shopee pada masa pandemi ini. Di mana jumlah penjual di meningkat 60% dari tahun ke tahun. Penjualan secara daring tentu memperkuat kontribusi positif bisnis rumahan terhadap perputaran roda perekonomian secara keseluruhan. 

Melihat hal tersebut, Head of Communications Sayurbox, Oshin Hernis dan Founder & CMO BLP Beauty, Lizzie Parra pun membagikan tips membangun bisnis dan mempertahankan bisnis yang sudah ada di masa pandemi. 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

1. Riset

(c) Shutterstock

Oshin mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan dalam bisnis adalah memperdalam ide bisnis riset. Mulai dari riset target pasar, kelebihan bisnis, pemasaran produk, hingga melakukan riset kompetitor. 

“Mengenal kompetitor penting, dengan begitu kita bisa memiliki ciri khas brand kita. Serta tidak hanya sekedar mengikuti tren yang ada, tapi juga harus mampu menciptakan sebuah tren, maka harus terus berinovasi,” ujar Osin dalam bincang Shopee. 

Pastikan agar ide bisnis yang dimiliki dapat menjawab kebutuhan pasar yang ingin dituju dengan tepat dan sesuai.

2. Mulai bisnis dari ketertarikan diri sendiri

Selain dari mencari insight akan ketertarikan dan kebutuhan masyarakat secara umum, akan lebih memudahkan apabila bisnis rumahan dimulai dari hobi ataupun ketertarikan calon pelaku bisnis.

Jangan khawatir apabila hobi atau ketertarikan yang dipunyai memiliki pangsa pasar yang kecil, karena lebih baik memulai dengan fokus pangsa pasar kecil agar bisnisnya dapat berkembang dengan lebih terarah.

3 dari 3 halaman

3. Tentukan target konsumen dan maksimalkan channel online

Credit: Shutterstock.

Tentukan secara spesifik target konsumen bisnis. Ingat, tidak semua orang dapat menjadi target dari produk atau jasa. Kemudian, karena semua orang sebagian besar melakukan kegiatan berbelanja mereka secara online, online presence jadi sangat penting dalam membangun bisnis.

Online platform seperti ecommerce dapat diandalkan untuk memulai bisnis, di mana para pebisnis dapat menggunakan fitur-fitur Shopee dan mengikuti kampanye dan promo yang sedang berlangsung.

4. Pilih logo dan packaging produk yang merepresentasikan bisnis

Logo dan packaging merupakan cara untuk membedakan bisnis yang dimiliki dengan bisnis-bisnis lainnya. Secara tidak langsung branding mampu memberikan banyak manfaat, termasuk dalam mempengaruhi psikologi calon konsumen melalui tulisan, label, keterangan lain yang menjelaskan isi, kegunaan dan informasi lain yang perlu disampaikan kepada konsumen. 

Seperti Sayur Box yang memiliki ciri khas menggunakan packaging yang ramah lingkungan.

"Branding dilakukan dengan pilih logo dan packaging yang merepresentasikan bisnis kita. Bisa dengan packaging yang unik dengan mengurangi penggunaan plastik, seperti yang dilakukan SayurBox,” ujar Oshin. 

Packaging yang ramah lingkungan tidak selalu mahal. Bekal pengetahuan yang cukup tentang cara produksi dan pengemasan yang baik akan menghasilkan produk yang aman, bermutu dan berkualitas, serta memenuhi standar untuk dipasarkan. 

Meski demikian, memilih kemasan yang ramah lingkungan tidak harus mengorbankan desain.  Desain yang kreatif dan bijaksana justru akan dapat meringankan beban produk, mengurangi sampah lingkungan serta mengurangi biaya pengiriman. Bahkan, mitos tentang biaya packaging ramah lingkungan yang lebih mahal pun hanya mitos.

Para pelaku bisnis dapat mencari berbagai produk kemasan ramah lingkungan seperti paper bag, paper box (kardus), telo bag (pengganti plastik sekali pakai yang berbahan dasar singkong). 

"Branding itu penting untuk bedakan brand kita dengan yang lain. Mulai dari kemasan dan warna, orang bisa tahu brand kita walau hanya melihat warna,” papar Lizzie Parra, Founder & CMO BLP Beauty.

Lizzie mengatakan, dalam hal produk kosmetik tentu masih membutuhkan plastik sebagai wadah. Oleh sebabnya, BLP terus berupaya mengurangi plastik dilakukan saat penjualan, salah satunya dengan menggunakan kantong dan kotak dari kertas.

 

#changemaker