Kisah Perempuan Jadi Amukan Ibunya Setiap Hari, Harga yang Harus Dibayar agar Orangtua Tetap Aman selama Pandemi

Annissa Wulan diperbarui 29 Des 2020, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Pandemi COVID-19 telah mengubah hidup banyak orang, termasuk milik Joan Delcoco. Putrinya memilih memelihara anjing sakit, daripada mengikuti kelas kuliah online, dan menurut Joan, pilihan itu lebih baik daripada anaknya pergi ke sebuah pesta.

Ibu Joan yang berusia 93 tahun menelepon setelah makan malam dengan daftar keluhannya yang seperti biasa, tentang bagaimana Joan mengacaukan pesanan belanjaannya. Joan harus terus mengingatkan sang ibu bahwa semua bahan makanan yang dikirimkannya, ia pesan secara online, karena pandemi.

Kelihatan kecil, namun Joan mengerti. Dalam keluarga Italianya, makanan berarti cinta, dan ketika Joan mengacaukannya, ibunya selalu marah.

Joan mengerti, mungkin hari-hari sang ibu menjadi sangat berat memasuki pandemi ini. Membiarkan sang ibu marah adalah satu hal yang bisa Joan lakukan, untuk mereka berdua.

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Joan memahami rasa frustasi dan putus asa yang dialami oleh sang ibu

Ilustrasi orangtua. Sumber foto: unsplash.com/Rod Long.

Joan melihat ibunya membutuhkan bantuan. Ayahnya menderita demensia dan ibunya adalah satu-satunya perawat, sehingga Joan memahami bagaimana frustasi dan putus asanya sang ibu.

Joan dan suaminya memiliki risiko yang lebih kecil, daripada ayah dan ibunya. Mereka hanya melakukan kunjungan rutin yang singkat untuk mengantarkan bahan makanan dan memasak makanan saat diizinkan.

Ibunya benci bergantung atau menjadi beban orang lain. Joan tidak punya pilihan lain, ia hanya perlu menjaga orangtua dan orang lain yang berisiko tinggi untuk tetap aman di rumah.

Otot dan persendian ibunya melemah karena tidak digunakan. Pinggulnya yang rematik juga menjadi semakin parah, karena sekarang satu-satunya aktivitasnya adalah berjalan dari tempat tidur ke kamar mandi dan ke kursi santai.

Sebenarnya sang ibu tidak takut akan kematian, melainkan kemungkinan penderitaan yang berkepanjangan. Penurunan fungsi kognitif ayahnya juga dipercepat, karena tidak ada stimulasi dari acara jalan-jalan dan pertemuan keluarga.

3 dari 3 halaman

Joan bersyukur bahwa keluarganya masih sehat dan baik-baik saja sampai saat ini

Ilustrasi orangtua. Sumber foto: unsplash.com/Joshua Hoehne.

Ayah dan ibu Joan tidak dapat memahami mengapa kunjungannya dan sang suami tidak bisa lebih lama, mengapa mereka tidak berpelukan. Joan merindukan orangtuanya, namun ia khawatir hal itu akan membunuh mereka.

Jadi, Joan melakukan apa yang ia bisa. Joan mengantisipasi kebutuhan kedua orangtuanya, memesan, dan mendisinfektan bahan makanan mereka, menyediakan makanan yang dimasak, dan teka-teki.

Joan mengakui ini sulit dan terasa tidak adil. Namun, ia juga memikirkan harga yang harus dibayar untuk hidup seperti biasa, ngeri memikirkan apa yang akan terjadi jika salah satu dari mereka jatuh sakit.

Joan mengagumi ketabahan dan kapasitas kegembiraan orangtuanya, di tengah situasi yang tidak pasti ini. Setiap pagi, setelah bangun tidur, ia akan memastikan kedua orangtuanya baik-baik saja, dan memutuskan hari-harinya masih bisa dibuat lebih baik lagi, selama semua orang yang disayanginya sehat dan baik-baik saja.

#ChangeMaker