Memutuskan Menikah saat Masih Menganggur, tapi Jalanku Ternyata Dimudahkan

Endah Wijayanti diperbarui 24 Jun 2021, 13:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Persiapan pernikahan seringkali dipenuhi drama. Ada bahagia, tapi tak jarang juga ada air mata. Perjalanan menuju hari H pun kerap diwarnai perasaan campur aduk. Setiap persiapan menuju pernikahan pun selalu punya warna-warninya sendiri, seperti kisah Sahabat Fimela dalam Lomba Share Your Stories Bridezilla: Perjalanan untuk Mendapat Status Sah ini.

***

Oleh:  Asri Widiyanti

Hai. Perkenalkan, aku Asri. Aku adalah seorang ibu dengan satu anak. Inilah cerita tentang perjalananku dengan pasanganku dari mulai kenal sampai ke jenjang pernikahan

Awal kenal suamiku, sebut saja Mas Tri itu di tempat kerja. Si bos perempuan adalah kakak dari temen dekatnya suamiku. Nah, si bos laki-laki masih saudara aku. Dan selama setahun aku bekerja di situ, bos perempuan terus menjodohkanku dengan Mas Tri.

Perbedaan usia kami cukup jauh, yaitu tujuh tahun. Saat itu aku nggak mau dijodohkan karena usiaku baru 20 tahun. Bos perempuanku merasa sakit hati dan pelan-pelan menjauh dariku. Karena aku tidak tahan, akhirnya aku memutuskan untuk resign.

Benar kata orang. Witing tresno jalaran soko kulino, yang artinya cinta tumbuh karena sering bersama. Karena kami sama-sama resign, kami merasa ada yang berbeda. Kami saling kangen dan tiap hari chatting.

2 dari 2 halaman

Memutuskan Menikah

Menikah./Copyright Asri Widiyanti

Singkat cerita, akhirnya Mas Tri ke rumah dan ngomong ke mama aku kalau mau mengajak aku ke jenjang yang lebih serius. Oke, dari situ aku mulai buka hati pelan-pelan. Dan akhirnya tunangan deh kita, dan dikasih jarak waktu 3 bulan ke pernikahan. Padahal aku sama mas Tri sama-sama pengangguran. Ya ampun nekat banget ya, udah nganggur dan nggak ada tabungan tapi mau nikah.

Nah dari situ kami berusaha buat cari kerja, merantaulah kami ke Kopeng, Kabupaten Semarang. Aku kerja di garmen dan Mas Tri kerja di pom bensin. Alhamdulillah akhirnya ada jalan. Tapi, baru kerja 2 hari si calon bapak mertua tiba-tiba datang ke rumah mama tanpa menghubungi sama sekali. Kaget dong, ternyata nentuin tanggal nikah. Dan itu maju dari rencana tanggal nikah kita. 

Akhirnya aku memutuskan buat resign kerja dari garmen dengan alasan mau memang pernikahan. Ya emang, dari mulai bikin undangan, jasa WO, souvenir, tenda pernikahan dan kawan kawannya itu aku semua. Sampai aku ikut begadang memasang tenda pernikahan karena emang saudara aku kebanyakan di perantauan.

Alhamdulillah tanggal 23 April 2018 aku sama Mas Tri sah jadi sepasang suami istri. Dan dari pernikahan ini, banyak sekali rezeki yang dateng. Aku diterima di pabrik sepatu dan dalam waktu 3 bulan udah diangkat jadi leader. Enam bulan pernikahan akhirnya aku hamil, dan sekarang usia anakku mau 2 tahun. Nah, itulah sedikit cerita perjalanan pernikahanku sama mas Tri. Semoga bermanfaat ya.

#ElevateWomen