Upaya Menghidupkan Kembali Tren Girlband di Indonesia

Rivan Yuristiawan diperbarui 26 Des 2021, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Industri musik Indonesia pernah melewati masa keemasan bagi girlband di awal tahun 2010an. Saat itu, salah satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Cherrybelle yang besar di tahun 2012-2015. Kini, enam tahun berlalu pasca masa puncak popularitas Cherrybelle, ada upaya untuk kembali mempopulerkan tren Girlband lewat kampanye #WeCanBeWinner.

#WeCanBeWinner sendiri merupakan audisi girlband terbesar di Indonesia yang dibentuk oleh creator Cherrybelle. Di tahun 2021 ini, audisinya sudah dimulai dan mendapat sambutan antusias dengan adanya lebih dari 2000 pendaftar perempuan berusia kisaran 18-23 tahun yang berasal dari seluruh pelosok Indonesia. Bahkan, beberapa peserta audisi ada yang berasal dari Malaysia, Singapore, bahkan Amerika Serikat.

Ialah Teguh Sanjaya, sosok yang berada di belakang #WeCanBeWinner yang juga punya peran penting dalam membesarkan Cherrybelle dulu. Kala itu, ia memulai audisi Cherrybelle di tahun 2011 dan akhirnya berhasil menuai prestasi membanggakan dengan menyandang predikat sebagai salah satu girlband nomor besar di Indonesia.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Semangati Anak Muda

Cherrybelle

Pada perkembangannya, Teguh Sanjaya mengatakan jika kini #WeCanBeWinner bukan hanya sebuah girlband, melainkan sebuah gerakan dari generasi muda Indonesia untuk menyemangati anak muda lainnya melewati masa pandemi yang serba tidak pasti.

"Pandemi memang membuat kita tidak bisa kemana-mana tapi jangan sampai menghentikan kita untuk berkarya," katanya.

3 dari 3 halaman

Manfaatkan Sosial Media

Teguh Sanjaya, kreator Cherrybelle

Motivasi lain yang diusung Teguh Sanjaya ialah melihat perkembangan sosial media saat ini yang amat digandrungi generasi muda. Teguh menilai, sosial media bisa dimanfaatkan untuk menunjukkan bakat guna mewujudkan mimpi menembus industri hiburan Tanah Air.

"Dengan pesatnya perkembangan social media menyebabkan generasi muda hanya mengejar popularitas dalam bentuk angka followers , ini bahaya, seharusnya mereka memperlihatkan karya dan bakatnya. #WeCanBeWinner ini akan menjadi wadah bagi mereka yang mau berkarya di dunia nyata dan banyak penggemarnya daripada banyak follower-nya tapi tidak berbuat apa-apa di dunia nyata," lanjutnya.

Untuk itu, Teguh Sanjaya pun memilih bekerjasama dengan salah satu OTT terkemuka untuk menajalankan audisinya secara online. Para peserta akan menampilkan bakat terbaiknya melalui siaran langsung di OTT tersebut selama 10 menit dan disaksikan oleh para juri.