5 Alasan Tak Perlu Insecure dengan Pencapaian Orang Lain

Endah Wijayanti diperbarui 08 Jan 2022, 14:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Melihat prestasi atau pencapaian orang lain bisa membuat kita terinspirasi dan termotivasi. Rasanya kita jadi ikut bersemangat untuk membangun kesuksesan yang sama. Namun, tak jarang kita malah merasa insecure saat melihat pencapaian orang lain. 

Kadang kita merasa "begitu kecil" saat sudah membandingkan hidup sendiri dengan hidup orang lain. Melihat pencapaian orang lain membuat kita seakan berkecil hati, dan merasa minder. Padahal tak perlu juga kita merasa insecure dengan pencapaian orang lain.

1. Jalan Hidup Tiap orang Berbeda-beda

“Don't spend time beating on a wall, hoping to transform it into a door. ”― Coco Chanel

Jalan hidup kita tak pernah sama. Titik awal perjuangan tiap orang pun berbeda-beda. Orang lain bisa sukses dengan caranya sendiri, bahkan dengan keisitimewaan yang juga dimilikinya sendiri. Daripada malah merasa minder melihat pencapaian orang lain, mending kita ambil inspirasinya dan memacu diri untuk mengembangkan potensi dan kemampuan diri dengan lebih baik lagi.

2 dari 5 halaman

2. Definisi Sukses Ada Bermacam-macam

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/tuaphoto

Bagi orang lain, definisi suksesnya adalah bisa memiliki rumah sendiri. Sementara bagimu saat ini, definisi sukses adalah saat bisa bantu meringankan beban keluarga. Definisi sukses tiap orang berbeda-beda. Jadi, daripada menghabiskan energi dan waktu untuk merasa minder dengan pencapaian orang lain, mending kita bangun kesuksesan kita sendiri.

3 dari 5 halaman

3. Setiap Waktu yang Kita Punya Ini Berharga

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/weedezign

“Let the improvement of yourself keep you so busy that you have no time to criticize others.”― Roy T. Bennett, The Light in the Heart

Setiap waktu yang kita punya ini berharga. Daripada mengisinya dengan hal-hal  yang malah membuat kita ciut, mending mengisinya dengan hal-hal yang bisa bantu mengembangkan potensi diri kita. Lebih baik sibuk bersusah payah membuat pencapaian sendiri daripada sibuk menakar pencapaian orang lain. 

4 dari 5 halaman

4. Tiap Individu Punya Peran Masing-Masing

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Tong_stocke

“How would your life be different if…You stopped making negative judgmental assumptions about people you encounter? Let today be the day…You look for the good in everyone you meet and respect their journey.” ― Steve Maraboli, Life, the Truth, and Being Free

Misal, kamu silau dengan pencapaian temanmu yang sudah menjadi seorang bos besar sedangkan kamu "masih" menjadi karyawan biasa. Wajar jika kita berkecil hati saat membandingkan diri dengan sosok yang lebih besar. Hanya saja perlu disadari bahwa masing-masing dari kita punya peran sendiri di hidup ini. Saat ini, kamu menjadi karyawan juga bisa menghadirkan manfaat dan makna sendiri. Cukup jalani keseharian dan rutinitasmu dengan niat baik, maka jalanmu akan dipenuhi dengan banyak berkah.

5 dari 5 halaman

5. Hidupmu Sama Berharganya dengan Hidup Orang Lain

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Chakkrit

Hidupmu sama berharganya dengan hidup orang lain. Daripada terus menerus merasa minder saat membandingkan kehidupan dan pencapaian, mending fokus untuk mengisi waktumu dengan hal-hal  yang bermakna dalam hidup. Waktumu juga sama berharganya dengan waktu orang lain, jadi fokus mengisinya dengan hal-hal yang memang jadi prioritas utamamu saat ini.

“The biggest wall you have to climb is the one you build in your mind: Never let your mind talk you out of your dreams, trick you into giving up. Never let your mind become the greatest obstacle to success. To get your mind on the right track, the rest will follow.”― Roy T. Bennett, The Light in the Heart

Yuk, jalani hari dengan lebih bersemangat lagi. Saatnya untuk membuat pencapaian dan prestasimu sendiri.

 

#WomenforWomen