6 Tradisi Imlek yang Selalu Dinantikan, dari Kue Lapis Hingga Angpao

Adinda Tri Wardhani diperbarui 09 Feb 2024, 19:12 WIB

Fimela.com, Jakarta Perayaan Imlek sesaat lagi akan tiba. Khas dengan suasana meriah dan serba merah, Imlek menjadi saat yang dinanti-nanti untuk berkumpul bersama keluarga untuk menyambut pergantian tahun dalam tradisi Cina. Beragam elemen yang pasti sudah terbayang dalam kemeriahan ini adalah parade barongsai, petasan, dan berbagai menu hidangan istimewa.

Yuk kita kenali 6 tradisi khas Imlek yang menjadi simbol penuh makna. 

Pernak-pernik dekorasi serba warna merah dan emas

Warna merah dan emas memang identik sekali dengan Imlek. Pemilihan warna ini tentunya memiliki sejarah dan filosofi yang mendalam. Menurut kepercayaan orang Tionghoa, warna merah melambangkan keberuntungan dan rezeki. Selain warna merah, kamu juga akan melihat berbagai ornamen dengan hiasan berwarna emas. Warna emas juga merupakan lambang kekayaan dan kemakmuran. Sehingga, bersatunya kedua warna merah ini menjadi sebuah harapan untuk mendapatkan kemurahan rezeki dan kekayaan yang melimpah.

Makanan Khas Imlek

Hidangan utama yang selalu hadir saat perayaan Imlek antara lain mie panjang umur yang dibuat tanpa putus. Mie ini memiliki arti harapan semoga bisa mendapatkan umur yang panjang.

Yang tak kalah ikonik adalah Yu Sheng. Hidangan khas Imlek ini adalah salad sayuran dengan ikan tuna mentah yang diberi bumbu khusus. Cara menikmatinya adalah makan sepiring bersama. Tak hanya itu saja, biasanya ada menu tim ikan bandeng, bebek panggang, hingga babi panggang.

Pulang Kampung

Orang Tionghoa juga punya kebiasaan yang sama seperti mayoritas orang muslim dan nasrani di Indonesia, yaitu pulang kampung. Pada saat perayaan Imlek, sudah menjadi tradisi untuk berkumpul bersama keluarga besar untuk bersilaturahmi.

 

 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Buah Jeruk

Ilustrasi buah jeruk. (FOTO: Unsplash.com/Aliona Gumeniuk).

Jeruk adalah buah yang dianggap membawa keberuntungan loh teman kesayangAnns. Sejak zaman dinasti Jin, jeruk telah menjadi buah untuk persembahan. Tentu saja, karena buah bulat berwarna oranye ini menyimpan filosofi mendalam bagi orang Tionghoa. Dalam bahasa mandarin, jeruk dan emas memiliki sebutan yang hampir sama yaitu “gan ju” dan “gan jie”. Sedangkan arti kata “ju” sendiri adalah baik atau bagus.

Maka dari itu, buah jeruk dianggap buah yang baik dan dianggap membawa keberuntungan bagi yang menyantapnya atau jadikan persembahan kepada leluhur pada hari Imlek.

Nah karena buah jeruk adalah buah yang wajib ada di hari Imlek, kamu juga bisa menyuguhkan menu dessert menarik dari Anns berupa Sunrise Pie. Pie dengan krim lezat dengan potongan jeruk yang segar. Kue ini juga menjadi salah satu kue khas Imlek yang bisa kamu pesan di Ann’s Bakehouse & Creamery.

 

Sunrise Pie dari Ann’s Bakehouse & Creamery.
3 dari 4 halaman

Angpao

Ilustrasi angpao yang diberikan saat Imlek (dok.Pexels)

Amplop merah berisi uang ini pastinya jadi rebutan di waktu Imlek. Uang di dalam amplop bisa berbentuk lembaran maupun koin. Menurut tradisi, pemberi angpao harus sudah menikah serta penerimanya belum menikah atau anak kecil.

Pemberian angpao ini juga tidak hanya dilakukan saat perayaan Imlek saja. Kamu bisa menerima angpao pada hari pernikahan, ulang tahun, atau bahkan beramal. Karena angpao menggunakan amplop merah yang melambangkan kebahagiaan, sangat tidak disarankan untuk memberikan angpao ketika melayat ke rumah duka.

4 dari 4 halaman

Kue Khas Imlek

Lapis Legit dari Ann’s Bakehouse & Creamery.

Meskipun awal mulanya berasal dari Negara tirai bambu, namun beberapa kue telah menyesuaikan dengan kebiasaan setempat. Kue-kue ini akhirnya menjadi kue khas Imlek yang wajib tersedia seperti Lapis Legit dengan aroma kayu manis yang aromatik, Kue keranjang dengan rasa yang manis, kue bulan, kue ku, kue mangkok, dan aneka manisan.