5 Perubahan yang Paling Terasa saat Mengurangi Barang-Barang yang Dipunya

Endah Wijayanti diperbarui 26 Jul 2022, 07:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Dalam menjalani hidup, kadang kita merasa ingin memiliki segalanya. Rasanya hidup belum bahagia kalau belum memiliki semua yang kita inginkan. Sampai-sampai kita bersikap impulsif dalam berbelanja dan tanpa sadar sudah memiliki banyak tumpukan barang di rumah.

Ketika kita merasa makin mudah stres dan tertekan dengan semua barang dan benda yang ada di rumah, ini pertanda kita perlu menguranginya. Mengurangi barang-barang yang kita miliki bisa menghadirkan sejumlah dampak positif dalam hidup, seperti perubahan-perubahan berikut ini.

 

 

2 dari 6 halaman

1. Pikiran Lebih Damai

ilustrasi perempuan manis/Teerawit Chankowet/Shutterstock

Fumio Sasaki, dalam bukunya, Goodbye Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang mengutarakan, “Saya hanya orang biasa seperti yang lain, mudah tertekan, tidak percaya diri, dan sering membandingkan diri dengan orang lain. Suatu hari saya memutuskan untuk mengubah gaya hidup, saya mulai mengurangi barang-barang yang saya miliki di apartemen. Ternyata, hal ini memberikan dampak besar pada hidup saya. Pikiran saya lebih damai, saya merasa lebih bebas. Tidak mudah merasa khawatir." Kalau saat ini kita merasa gampang gelisah dan tidak tenang, mengurangi barang-barang bisa bantu hadirkan pikiran yang lebih damai.

 

3 dari 6 halaman

2. Punya Lebih Banyak Kebebasan

ilustrasi perempuan memegang bunga/WHYFRAME/Shutterstock

Memiliki barang secukupnya sesuai kebutuhan akan membuat kita merasa lebih bebas. Terlalu banyak barang yang tidak diperlukan bisa membuat kita merasa terikat dengan semua itu. Tiap kali bepergian atau meninggalkan semua barang, kita jadi merasa gampang was-was. Maka, ketika kita mulai mengurangi barang-barang yang kita punya, kebebasan yang kita punya bisa lebih luas.

4 dari 6 halaman

3. Makin Mudah Bersyukur

ilustrasi mandiri bahagia tertawa/atiger/Shutterstock

Fumio Sasaki mengutip pernyataan Rabbi Hyman Schachtel tentang makna kepemilikan, bahwa kebahagiaan bukanlah memiliki apa yang diinginkan, melainkan menginginkan apa yang telah dimiliki. Kalau selama ini kita mudah tertekan karena selalu menginginkan banyak hal, maka memang sudah saatnya untuk mengurangi barang-barang yang ada. Saat kita sudah merasa cukup dengan barang-barang yang telah mengakomodasi semua kebutuhan kita, rasa bahagia dan rasa syukur pun akan makin berlimpah.

 

5 dari 6 halaman

4. Hidup Jadi Lebih Produktif

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/lookstudio

Sebagai contoh, ruangan yang akhirnya menjadi lebih lapang karena barang-barangnya sudah kita kurangi bisa kita manfaatkan sebagai tempat berolaharga di rumah. Kita tak lagi terbebani dengan harus merawat dan membersihkan semua barang yang terlalu banyak. Sehingga punya waktu dan kesempatan yang lebih banyak untuk melakukan kebiasaan atau kegiatan yang lebih produktif.

6 dari 6 halaman

5. Bisa Mengelola Waktu Lebih Baik

ilustrasi perempuan bahagia/Photo by Abet Llacer from Pexels

Efisiensi waktu jadi meningkat saat barang-barang yang kita punya tidak berlebihan lagi. Kadang karena terlalu banyak pilihan, seperti koleksi baju yang berlebihan, kita bingung saat harus memutuskan mau pakai yang mana tiap kali bepergian. Kalau baju yang kita miliki sesuai kebutuhan dan fungsi, maka kita bisa lebih mudah memutuskan untuk memakai yang mana tiap kali akan keluar atau berganti baju. Selain itu, kita pun tak harus menghabiskan banyak waktu menjaga atau merawat terlalu banyak barang. Mengatur aktivitas dan mengelola waktu pun lebih mudah.

Mengurangi tumpukan barang atau benda-benda yang sudah terlalu banyak bisa bantu memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup kita. Saatnya kita menata ulang hidup kita jadi lebih baik lagi.

#WomenforWomen