Memutuskan Pindah Agama, Nafa Urbach Mengaku Rela Kehilangan Kariernya

Charisma Laksita diperbarui 20 Okt 2022, 16:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Di balik karya-karyanya yang digemari masyarakat, Nafa Urbach ternyata sempat mengalami kejatuhan karir karena pilihan agama. Hal ini ia beberkan ketika menjadi bintang tamu dalam video Youtube Daniel Mananta (18/10). Nafa memang diketahui memutuskan untuk pindah agama pada tahun 2003 silam. 

"So, setelah dari delapan album, sukses, sukses, sukses, what's happened ketika album kesembilan nggak sukses sampai album keempat belas kayaknya udah mulai ini (redup)," tanya Daniel. 

"Oh, maybe pertama kali pas waktu itu gara-gara gue convert. Itu pas aku umur 23 tahun, gitu. Jadi pas waktu aku memutuskan untuk convert ke christian, aku pilih Tuhan Yesus, di situ," jawab Nafa Urbach

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Dicekal

Nafa Urbach mengenakan Surin (Instagram/surin.id)

Dalam penuturannya, Nafa Urbach juga menceritakan bahwa keredupan karirnya itu disebabkan oleh penerimaan orang yang tidak seterbuka sekarang. 

"Mungkin zaman dulu nggak kayak zaman sekarang, ya. Zaman sekarang orang sudah terbuka, zaman sekarang sudah bisa 'ya, itu urusan pribadi masing-masing orang sama hubungan sama Tuhan' kan sudah gitu. Kalau dulu itu bisa langsung kayak iklan gue dicekal, semua dicekal, yang kayak gitu. Seheboh itu, gila, itu sih heboh banget," ungkap Nafa. 

"Itu umur gue 23 tahun. Gue nggak inget itu album keberapa, tapi gue lagi ada di atas-atasnya banget. Sinetron gue lagi ratingnya nomor satu, iklan gue banyak banget, trus album gue masih laku banget, show gue masih gila-gilaan banget, jadi pas gue lagi ada di atas banget," tambahnya. 

3 dari 3 halaman

Rela

Kali ini, dia tampak anggun dalam balutan kebaya. (Foto: Instagram/ denymirrorcle)

Ketika ditanya tentang pilihannya yang justru malah membuat ia jatuh itu, Nafa mengatakan bahwa ia rela mengorbankan apapun untuk mengikuti rencana yang Tuhan siapkan untuknya. 

"For me, apa yang terjadi dalam hidup gue selama gue bersama Tuhan itu give until it's hurt. That's what happened to me. Sacrifice. Sampai gue merasa bahwa setiap pengorbanan itu sakit tapi it's worth it, itu yang gue belajar," tutur Nafa. 

"Selama gue berjalan sama Tuhan, gila, gue yang diproses bukan cuma dari segi karir gue aja, dari rumah tangga gue juga diproses, semuanya diproses. Tapi prosesnya itu give until it's hurt, bener-bener gue bilang 'iya' untuk apapun yang Tuhan mau," lanjutnya.