Fimela.com, Jakarta Indonesia pernah dinobatkan menjadi negara ketiga fatherless atau tanpa ayah. Apalagi hal tersebut menjadi tren dan semakin meningkat ketika banyak orang membagikan pengalaman beserta dengan ceritanya melalui akun Tik Tok. Ada seseorang yang ingin sekali merasakan bagaimana dapat menghabiskan momen bersama ayah, ada juga salah satu akun Tik Tok yang mengungkap cerita mendapat perlakuan buruk dari sang ayah. Menghabiskan waktu tanpa adanya anggota yang tidak lengkap rasanya tentu membuat sedih. Apalagi momen tersebut akan sering dikenang. Akibatnya, banyak anak yang mengalami trust issue dan tidak ingin menikah.
Mengapa bisa terjadi? Dilansir melalui laman resmi UNS pada salah satu penyuluhan mengenai edukasi tentang pendidikan untuk ayah, salah satu bagian humas, Qari mengatakan “Salah satunya penyebabnya karena peran gender tradisional yang masih melekat di masyarakat Indonesia. Budaya atau adanya pandangan di mana merawat anak adalah sepenuhnya hal yang dilakukan oleh seorang ibu saja. Sehingga edukasi ini juga bertujuan untuk meminimalisir budaya patriarki yang ada di Indonesia.”
Maka dari itu, pentingnya pemahaman parenting sebelum menikah sangatlah penting. Tidak hanya seorang calon ibu saja yang harus mengerti tetapi juga calon ayah. Apalagi sebelum menikah kita juga harus pertimbangkan berbagai banyak hal salah satunya mengenai pengasuhan anak. Bagaimana informasinya? Simak penjelasannya di bawah ini.
Mengapa belajar parenting sangat penting untuk pengasuhan anak?
Kenapa membicarakan pengasuhan anak sebelum menikah itu penting? Dilansir melalui Parentalk id, setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda. Ada yang masih trauma dengan pengalaman masa kecilnya atau ingin menerapkan gaya pengasuhan yang berbeda dengan kita.
Daripada kamu dan pasanganmu mengalami 'shock' dengan perbedaan gaya dan tujuan pengasuhan saat memiliki anak, sehingga memberikan dampak kurang baik pada pertumbuhan anak, lebih baik kamu dan pasangan bicarakan serta persiapkan terlebih dahulu sebelum menjadi orang tua. Pembicaraan ini bisa kamu lakukan ketika hendak melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.
Tentunya sebagai orangtua kamu pasti menginginkan yang terbaik untuk anak. Maka itu bekali diri kamu dan pasanganmu dengan ilmu pengasuhan agar bisa membesarkan anak dengan cara yang tepat.
Manfaat mempelajari parenting sebelum menikah
Tentunya sebagai ibu dan ayah ingin anaknya menjadi sosok yang sukses dan baik tidak hanya dalam pendidikan tetapi juga etika serta bagaimana mereka berperilaku di luar. Dengan mempelajari parenting sebelum menikah, kamu akan dapat memiliki pedoman dalam membesarkan anak. Berdasarkan teori Diana Baumrind, seorang psikolog perkembangan dan peneliti Stanford Eleanor Maccoby & John Martin. Terdapat 4 tipe pola asuh, yaitu; permissive, uninvolved, authoritarian, dan authoritative.
Semua pengasuhan itu memiliki dampaknya masing-masing. Maka pilihlah yang dampaknya menghasilkan banyak sisi positif. Dari pola asuh yang diberikan kepada anak ini akan berpengaruh untuk anak ke depannya. Anak akan terus melihat orangtuanya sebagai role model. Terkadang tanpa disadari kita kerap menuntut anak untuk dapat sesuai dengan ekspektasi maupun keinginan kita. Sikap itu sering membuat lupa bahwa kita menjadi contoh utama dan paling berpengaruh bagi anak.
Selain pengasuhan anak sesuai dengan kesepakatan, belajar parenting sebelum menikah juga membuat kamu dan pasanganmu menjadi kompak. Pastinya dalam membesarkan anak akan ada trial dan error yang dilakukan. Dengan kesalahan tersebut, kamu sebagai orangtua bisa belajar untuk terus memberikan yang terbaik banyak anak. Selain itu cobalah untuk terus riset tentang ilmu parenting yang terus berkembang. Apalagi dengan kesadaran mental yang sudah sering digaungkan, pastinya anak akan tumbuh tidak hanya dengan fisik yang sehat tetapi pengelolaan mental yang juga terjaga.
Penulis: Tisha Sekar Aji
Hashtag: #Timeless