Mindful Snacking: Cara Pintar Ngemil Sehat dan Tetap Terkontrol

Alyaa Hasna HunafaDiterbitkan 02 Januari 2026, 19:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Pernah nggak sih Sahabat Fimela merasa cuma ingin ngemil sedikit, tapi tanpa sadar biskuit satu bungkus atau keripik satu toples sudah habis? Banyak orang mengalaminya, terutama saat sedang stres, bosan, atau butuh teman kerja. Ngemil memang memberi rasa nyaman, tapi kalau tidak dikendalikan, justru bisa bikin tubuh terasa berat dan tidak sehat. Kadang kita baru sadar setelahnya, muncul rasa menyesal karena kalori yang masuk ternyata jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Bersumber dari laman snackmindful.com ngemil sebenarnya bukan hal yang salah. Tubuh kita butuh energi tambahan di sela-sela waktu makan utama, apalagi saat aktivitas sedang padat. Masalahnya ada di cara kita mengatur porsi, memilih camilan, dan menyadari alasan kenapa kita ingin makan sesuatu. Kalau dilakukan dengan bijak, ngemil justru bisa menjadi “penolong” agar energi tetap stabil dan mood terjaga sepanjang hari.

Nah, di sinilah konsep mindful snacking hadir. Bukan untuk melarang kita ngemil, tapi mengajarkan bagaimana menikmati camilan dengan lebih sadar, terkontrol, dan tetap menyenangkan. Dengan begitu, ngemil bisa tetap jadi momen seru tanpa bikin rasa bersalah. Bahkan, dengan melatih kebiasaan ini, kita bisa lebih mengenal tubuh dan kebutuhan kita sendiri secara lebih dalam.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Apa itu mindful snacking?

Pengertian mindful snacking dan cara penerapannya. (foto: lookstudio/freepik)

Mindful snacking pada dasarnya adalah cara ngemil dengan penuh kesadaran. Artinya, kamu nggak asal ambil makanan hanya karena ada di depan mata, melainkan tahu apa yang kamu makan, kenapa kamu memilihnya, dan bagaimana efeknya untuk tubuh serta perasaanmu. Kesadaran kecil ini bisa membawa dampak besar dalam jangka panjang, karena setiap keputusan makan ikut menentukan kualitas kesehatan kita.

Konsep ini menekankan pentingnya “hadir di momen sekarang” ketika makan. Jadi, bukan sekadar mengunyah sambil scrolling media sosial atau menonton film, tapi benar-benar menikmati rasa, tekstur, hingga aroma makanan. Dengan begitu, ngemil jadi pengalaman yang lebih positif dan memuaskan. Kita pun belajar untuk menghargai makanan, bukan hanya menjadikannya pelampiasan rasa bosan atau stres.

Mindful snacking juga membantu kita menemukan keseimbangan. Kamu tetap bisa memilih camilan yang enak dan praktis, tapi dengan cara yang membuatmu merasa baik, bukan malah menyesal setelahnya. Jadi, tidak ada lagi perasaan “salah” setiap kali makan sesuatu yang kamu suka, karena yang terpenting adalah kesadaran saat melakukannya.

3 dari 3 halaman

Manfaat dan cara mempraktikkan mindful snacking

Teknik mindful snacking dapat membangun hubungan sehat dengan makanan. (foto: 8photo/freepik)

Mindful snacking membantu kita membangun hubungan sehat dengan makanan, menikmati camilan dengan lebih bermakna, dan mengontrol porsi agar terhindar dari makan berlebihan. Dengan memperhatikan sinyal tubuh serta menikmati setiap gigitan, ngemil tetap menyenangkan tanpa rasa bersalah sekaligus lebih bermanfaat bagi kesehatan.

Praktik mindful snacking bisa dimulai dengan pertanyaan sederhana: kenapa aku ingin ngemil? Apakah karena benar-benar lapar, butuh energi tambahan, atau hanya sekadar iseng karena ada makanan di depan mata? Menyadari alasan ini membuat kita lebih bijak memilih camilan. Dengan begitu, ngemil bukan lagi kebiasaan otomatis, melainkan keputusan yang kita ambil dengan sadar.

Selanjutnya, tanyakan pada diri sendiri: apa camilan yang aku inginkan? Apakah manis atau gurih, renyah atau lembut? Menentukan pilihan sejak awal membantu kita menghindari makan berlebihan karena “asal ambil apa saja.” Jangan lupa, atur porsi secukupnya supaya tetap terkontrol. Trik kecil seperti menaruh camilan di piring kecil bisa membantu kita lebih mudah membatasi jumlah yang dimakan.

Langkah terakhir adalah menikmati camilan sepenuhnya. Fokus pada rasa, tekstur, warna, bahkan aroma makanan. Cobalah makan dengan lebih lambat agar tubuh punya waktu memberi sinyal kenyang. Dengan begitu, ngemil jadi pengalaman yang benar-benar menyenangkan. Bukan hanya soal mengisi perut, tapi juga melatih pikiran untuk lebih tenang dan hadir pada saat ini.

 

Penulis: Alyaa Hasna Hunafa