Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, pernah nggak kamu merasa kagum melihat teman sebaya yang bisa menghasilkan uang dari hobinya? Entah itu membuat konten, menjual karya seni, atau sekadar berbagi pengetahuan, sepertinya anak muda sekarang selalu punya cara kreatif untuk menambah pemasukan. Fenomena ini bukan sekadar tren musiman, melainkan bentuk adaptasi Gen Z terhadap kebutuhan zaman. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, kreativitas mereka menjadi modal utama untuk bertahan sekaligus berkembang.
Melansir laman moosend.com side hustle, atau pekerjaan sampingan, kini semakin populer di kalangan Gen Z. Tidak hanya sekadar untuk menambah uang jajan, banyak yang menjadikannya sebagai jalan menuju kemandirian finansial. Melalui side hustle, mereka bisa mengeksplorasi minat baru, membangun personal branding, hingga merintis usaha kecil-kecilan. Bahkan, sebagian dari mereka menjadikan hobi yang awalnya iseng sebagai sumber penghasilan tetap.
Sebelum membahas lebih jauh, mari kita pahami dulu apa sebenarnya side hustle itu. Sederhananya, side hustle adalah aktivitas atau pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utama atau kegiatan harian. Menurut survei, lebih dari sepertiga orang dewasa kini memiliki side hustle untuk menambah penghasilan. Menariknya, bagi Gen Z, hal ini bukan sekadar kebutuhan, melainkan juga cara untuk menyalurkan kreativitas mereka. Jadi, meskipun sibuk dengan kuliah atau pekerjaan, banyak yang tetap meluangkan waktu untuk mencoba peluang baru.
Pilihan side hustle mulai dari kerja paruh waktu hingga bisnis kreatif
Bagi sebagian orang, side hustle bisa berupa pekerjaan sederhana seperti paruh waktu di toko atau kafe. Namun, ada juga yang memilih jalur lebih kreatif dengan membangun bisnis digital, menjual produk handmade, atau menjadi freelancer di bidang tertentu. Pilihan ini sangat bergantung pada gaya hidup, tujuan, dan keberanian untuk mengambil risiko. Tidak jarang, side hustle yang awalnya kecil justru berkembang menjadi peluang bisnis yang lebih besar.
Jika kamu lebih suka sesuatu yang stabil, bekerja paruh waktu bisa jadi pilihan aman. Tapi, jika kamu ingin mencoba tantangan baru, passion project seperti berjualan online atau membuat konten bisa membuka pintu cuan lebih luas. Menariknya, dengan dukungan teknologi dan media sosial, siapa pun kini punya kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka ke audiens yang lebih besar.
Salah satu ide side hustle yang populer adalah menjual karya handmade. Dari kerajinan tangan, dekorasi rumah, hingga pakaian custom, semua bisa dijadikan produk bernilai jual. Modal utamanya adalah kreativitas dan kemampuan memasarkan produk secara online. Bayangkan saja, sesuatu yang awalnya hanya hobi mengisi waktu luang bisa berubah jadi bisnis dengan pelanggan setia. Apalagi, tren personalisasi dan produk unik kini semakin diminati.
Peluang digital untuk Gen Z, dari affiliate hingga konten kreatif
Selain itu, affiliate marketing juga menjadi pilihan menarik untuk Gen Z yang aktif di media sosial. Dengan cara ini, mereka bisa mendapatkan komisi hanya dengan membagikan link produk. Strateginya memang membutuhkan konsistensi dalam membuat konten, tapi hasilnya bisa sangat menjanjikan. Gen Z yang terbiasa dengan dunia digital tentu lebih mudah memanfaatkan tren ini untuk menambah penghasilan tanpa perlu modal besar.
YouTube pun masih menjadi ladang subur bagi yang gemar berbagi ide dan hiburan. Mulai dari tutorial, review, hingga konten hiburan ringan, semua bisa dimonetisasi. Tantangannya memang ada pada konsistensi dan membangun audiens, tapi dengan kreativitas, peluang sukses terbuka lebar. Beberapa kreator bahkan memulai dari peralatan sederhana, lalu berkembang menjadi channel besar yang menghasilkan ribuan dolar per bulan.
Selain itu, peluang side hustle lain yang patut dicoba adalah menjadi tutor, fotografer stok, atau penulis konten. Tutor bisa memanfaatkan keahlian di bidang akademik untuk membantu siswa lain, sementara fotografer dapat menjual hasil jepretan ke platform stok. Bagi yang suka menulis, konten digital kini sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Bahkan, dengan bantuan AI, pekerjaan menulis bisa menjadi lebih efisien. Semua pilihan ini menunjukkan bahwa dengan kreativitas, skill Gen Z bisa lebih dari sekadar hobi, mereka bisa mengubahnya menjadi sumber penghasilan nyata.
Penulis: Alyaa Hasna Hunafa