Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, setiap jenis rambut memiliki kebutuhan yang berbeda, termasuk rambut dengan high porosity atau porositas tinggi. Jenis rambut ini mampu menyerap air dan produk dengan sangat cepat, namun sayangnya juga mudah kehilangan kelembapan. Akibatnya, rambut jadi lebih mudah kering, frizzy, kusut, dan rentan patah.
Dilansir dari healthline.com, dengan perawatan yang tepat, kamu bisa membuat rambut berporositas tinggi terasa lebih lembut, kuat, dan sehat. Yuk, simak tips perawatan rambut yang memiliki porositas tinggi yang perlu kamu ketahui.
Apa Itu High Porosity Hair?
Untuk memahami porositas rambut, kita perlu melihat struktur tiap helai rambut yang terdiri dari tiga lapisan, yaitu kutikula yang merupakan lapisan terluar, korteks lapisan tengah, dan medulla yang merupakan lapisan terdalam.Pada rambut sehat, kutikula tersusun rapat untuk menjaga kelembapan tetap terkunci.
Namun pada high porosity hair, kutikula berada dalam kondisi terbuka atau berjauhan sehingga air, minyak, dan produk mudah masuk tapi juga mudah keluar.Kondisi ini bisa bersifat genetik, namun juga dapat disebabkan oleh styling panas, bleaching atau pewarnaan rambut, perawatan kimia, serta blow drying berlebihan. Kerusakan pada kutikula membuat rambut sulit mempertahankan kelembapan.
Ciri-Ciri Rambut dengan Porositas Tinggi
Sahabat Fimela, rambut yang memiliki porositas tinggi memiliki ciri-ciri tersendiri seperti tampak dan terasa kering, mudah kusut dan frizzy meski sudah disisir. Selain itu, rambut cepat menyerap produk dan cepat sekali kering setelah dikeramas. Kemudian, rambutnya pun menjadi rentan patah dan jarang terlihat shiny. Apabila ciri-ciri ini terasa familiar, kamu dapat memastikannya dengan tes porositas sederhana.
Tes Porositas Rambut yang Bisa Kamu Coba di Rumah
Tes ini hanya perlu menggunakan tiga bahan, yaitu gelas, air, dan rambut milikmu sendiri. Caranya adalah dengan memasukkan satu helaian rambut yang bersih dan kering. Kemudian, kamu dapat mengamatinya dengan cermat, apabila rambut tenggelam dengan cepat, berarti rambutmu adalah high porosity. Jika mengapung di tengah, hal ini menandakan rambutmu medium porosity. Jika rambut mengapung lama di permukaan, ini menandakan rambutmu low porosity.
Tips Merawat High Porosity Hair
Untuk merawat rambut berporositas tinggi, fokusnya ada pada memperbaiki kutikula serta menjaga agar kelembapan tetap terkunci.
1. Gunakan Shampoo yang Lembut dan Melembapkan
Pilih shampoo yang tidak terlalu menghilangkan minyak alami rambut. Cari formula yang mengandung protein, almond oil, atau bahan yang membantu memperbaiki struktur rambut.
2. Conditioner Kaya Butter dan Oils
Rambut berporositas tinggi membutuhkan formula yang lebih “berat” untuk mengisi celah kutikula. Gunakan conditioner di setiap keramas ya, Sahabat Fimela.
3. Deep Conditioning Secara Rutin
Ini adalah kunci utama. Lakukan 1–2 kali seminggu agar rambut terasa lebih lembut dan less frizzy. Masker rambut membantu mengisi celah kutikula dan mengunci kelembapan lebih lama.
4. Pilih Styling Product yang Bisa Melindungi Rambut
Karena rambut dengan high porosity biasanya lebih rapuh, gunakan produk yang memberi perlindungan. Produk-produk ini melindungi rambut dari panas, UV, dan friksi.