Fimela.com, Jakarta Kadang kita ingin tampil lebih segar dengan sedikit sentuhan makeup mata, tetapi ketika melihat palet eyeshadow dengan puluhan warna, rasanya langsung bingung harus mulai dari mana. Dunia eyeshadow memang terlihat memukau sekaligus menakutkan bagi pemula apalagi jika belum terbiasa memilih warna atau memahami cara mengaplikasikannya dengan benar.
Melansir laman zmbeautysupply.com eyeshadow sendiri sebenarnya sangat fleksibel dan bisa mengubah tampilan. Namun bagi yang baru belajar, memahami tekstur, pigmentasi, dan teknik blending sering terasa rumit. Karena itu, memilih palet dan jenis eyeshadow yang tepat sangat membantu agar proses belajarnya lebih nyaman dan tidak membuat frustasi.
Salah satu tantangan terbesar bagi pemula adalah teknik aplikasi. Banyak yang merasa kesulitan saat mencoba membaurkan warna, menentukan kombinasi shade yang cocok, atau menghadapi fallout yang mengotori area bawah mata. Ditambah lagi, berbagai jenis finishing seperti shimmer, glitter, hingga metallic dapat membuat proses belajar terasa semakin rumit.
Jenis eyeshadow yang paling mudah untuk pemula
Untuk mempermudah perjalanan makeup-mu, pilihlah jenis eyeshadow yang memang cocok untuk pemula. Eyeshadow berbentuk powder adalah pilihan paling umum dan mudah digunakan karena teksturnya mudah dibaurkan. Sementara itu, eyeshadow cream atau dalam bentuk stick sangat praktis untuk tampilan sehari-hari yang cepat dan simpel tanpa perlu banyak alat.
Selain jenisnya, pemilihan palet juga sangat berpengaruh. Bagi pemula, sebaiknya pilih palet kecil berisi warna-warna netral dengan hasil akhir matte. Shade seperti cokelat muda, taupe, dan beige mudah dipakai untuk berbagai situasi dan sangat membantu saat belajar teknik dasar seperti memberi dimensi pada crease atau mengisi kelopak mata.
Pemula juga perlu memahami perbedaan finishing. Eyeshadow matte adalah yang paling ramah untuk latihan karena lebih mudah dibaurkan tanpa meninggalkan kilau berlebih. Sementara itu, satin memberikan kilau lembut yang tidak berlebihan dan shimmer bisa dipakai sesekali untuk menambahkan efek cerah di tengah kelopak. Untuk glitter, sebaiknya dihindari dulu sampai teknik dasar sudah dikuasai.
Peralatan dasar dan teknik aplikasi yang mudah dipelajari
Pemilihan warna juga penting untuk dipahami sejak awal. Warna-warna netral seperti champagne, beige, cokelat muda, dan cokelat tua selalu aman digunakan dan membantu menciptakan riasan mata yang bersih dan menyatu dengan kulit. Ketika sudah lebih percaya diri, kamu bisa mulai mencoba warna-warna khas seperti bronze, plum, atau hijau lembut untuk tampilan yang lebih menarik.
Untuk peralatan sendiri, memiliki beberapa kuas dasar sudah cukup membantu. Kuas flat untuk mengaplikasikan warna di kelopak, kuas blending untuk meratakan warna di crease, dan kuas kecil untuk merapikan area garis mata membuat hasil akhir jadi jauh lebih rapi. Teknik paling mudah untuk pemula adalah mengoleskan warna netral ke seluruh kelopak, tambahkan cokelat medium di crease, lalu beri sedikit shimmer di tengah kelopak untuk efek cerah.
Pada akhirnya, belajar eyeshadow adalah soal proses dan konsistensi. Jangan takut melakukan kesalahan karena setiap percobaan akan membuat teknikmu semakin baik. Dengan memilih palet yang tepat, memahami jenis dan finishing eyeshadow, serta mempraktikkan langkah-langkah dasar, kamu bisa menciptakan tampilan mata yang rapi, natural, dan tentu saja anti gagal.
Penulis: Alyaa Hasna Hunafa