Sering Dipakai, Jarang Dicurigai! Benda-Benda Dapur yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker

Nazwa Putri KurniawanDiterbitkan 15 Januari 2026, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Dapur kerap dipersepsikan sebagai area paling aman di rumah karena menjadi pusat aktivitas memasak dan penyajian makanan bagi keluarga. Padahal, di balik kegiatan yang tampak rutin dan sederhana, ada berbagai benda dapur yang digunakan setiap hari tanpa banyak dipikirkan dampak jangka panjangnya. Perhatian sering kali hanya tertuju pada kualitas bahan makanan, sementara peralatan dapur yang bersentuhan langsung dengan makanan dan suhu panas justru terabaikan. Penggunaan yang terus-menerus tanpa disadari dapat meningkatkan paparan zat tertentu yang berisiko bagi kesehatan, termasuk berkaitan dengan kanker. Karena sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, potensi bahaya ini kerap dianggap sepele dan jarang dipertanyakan.

Berdasarkan sumber dari verywellhealth.com, mengungkap bahwa paparan zat kimia dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan dampak serius bagi tubuh, salah satunya meningkatkan risiko kanker. Beberapa perlengkapan dapur, seperti wadah plastik, peralatan berlapis anti lengket, atau jenis alat masak tertentu, berpotensi melepaskan zat berbahaya jika digunakan tidak sesuai anjuran. Sayangnya, masih banyak orang yang belum memahami batas aman penggunaan atau tanda-tanda bahwa peralatan tersebut sudah tidak layak pakai. Kurangnya pengetahuan inilah yang membuat risiko kesehatan terus berulang tanpa disadari. Padahal, pencegahan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti lebih selektif memilih bahan peralatan dan rutin memeriksa kondisinya.

Melalui artikel ini, untuk lebih sadar dan kritis terhadap berbagai benda dapur yang selama ini dianggap aman, tetapi bisa berkaitan dengan risiko kanker bila digunakan secara keliru. Fokus utamanya bukan untuk menimbulkan rasa takut, melainkan menumbuhkan kewaspadaan dan pemahaman yang proporsional. Bekal informasi yang tepat, setiap orang dapat lebih bijak dalam memilih, menggunakan, serta merawat peralatan dapur. Kesadaran kecil yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu membantu menekan risiko kesehatan jangka panjang dan menciptakan lingkungan rumah yang lebih aman bagi seluruh anggota keluarga.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

1. Wadah plastik

Wadah plastik tertentu dapat berisiko bagi kesehatan karena dapat melepaskan zat kimia berbahaya saat digunakan untuk makanan panas atau dipakai berulang kali. (Foto: chandlervid85/Freepik)

Tidak semua plastik aman digunakan untuk makanan, terutama makanan panas. Beberapa jenis plastik dapat melepaskan zat kimia berbahaya saat terpapar suhu tinggi atau digunakan berulang kali dalam jangka panjang. Zat ini berisiko berpindah ke makanan dan berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan jika terakumulasi dalam tubuh.

2. Peralatan masak anti lengket yang terkelupas

Lapisan anti lengket yang sudah tergores atau mengelupas dapat melepaskan senyawa berbahaya ketika dipanaskan. Risiko ini semakin besar jika peralatan digunakan pada suhu tinggi atau tanpa minyak, sehingga berpotensi memicu masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko kanker.

3. Aluminium foil

Aluminium foil sering digunakan untuk membungkus atau memasak makanan, namun penggunaannya perlu dibatasi. Saat foil bersentuhan dengan makanan asam atau dipanaskan pada suhu tinggi, logam aluminium dapat berpindah ke makanan dan berisiko berdampak buruk bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.

3 dari 3 halaman

4. Peralatan dapur berbahan melamin

Peralatan dapur berbahan melamin dapat melepaskan zat berbahaya jika digunakan untuk makanan panas sehingga berisiko bagi kesehatan. (Foto: fabrikasimf/Freepik)

Peralatan melamin banyak dipilih karena ringan dan praktis, tetapi tidak disarankan untuk makanan panas. Paparan suhu tinggi dapat memicu pelepasan zat kimia dari melamin yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan dalam jangka panjang.

5. Spons cuci piring yang jarang diganti

Spons yang lembap dan digunakan berulang kali tanpa diganti dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Kontaminasi mikroorganisme ini dapat berpindah ke peralatan makan dan makanan, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

6. Wadah makanan sekali pakai (styrofoam)

Styrofoam tidak dirancang untuk penggunaan berulang atau kontak dengan makanan panas dan berminyak. Dalam kondisi tersebut, styrofoam dapat melepaskan zat kimia berbahaya yang berpotensi mengganggu kesehatan jika sering terpapar.

Meningkatkan kesadaran dalam memilih bahan, memahami cara penggunaan yang aman, serta rutin mengganti peralatan dapur yang sudah tidak layak pakai merupakan langkah sederhana namun penting untuk membantu meminimalkan risiko kanker dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.