Waktu Tidur Lebih Damai, Ide Rutinitas Malam Anak Tanpa Paparan Layar

Nazwa Putri KurniawanDiterbitkan 23 Januari 2026, 15:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Waktu menjelang tidur kerap menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orangtua, terutama ketika anak telah terbiasa berinteraksi dengan layar ponsel, tablet, atau televisi. Stimulasi dari aktivitas digital yang terlihat menyenangkan sering kali membuat anak sulit menenangkan diri karena otak masih aktif bekerja. Dampaknya, anak menjadi susah mengantuk, tidur semakin larut, bahkan terbangun di tengah malam. Padahal, periode sebelum tidur idealnya menjadi waktu peralihan yang tenang agar tubuh dan pikiran anak siap beristirahat secara alami.

Rutinitas malam berperan besar dalam membentuk pola tidur yang sehat dan teratur. Berdasarkan sumber dari todaysparent.com, anak biasanya merasa lebih nyaman dan aman ketika menjalani rangkaian aktivitas yang sama setiap malam. Mengurangi paparan layar, anak memiliki kesempatan untuk memperlambat ritme aktivitas, menurunkan energi, sekaligus mempererat ikatan emosional dengan orangtua. Kegiatan sederhana seperti berbincang santai, membacakan cerita, atau melakukan aktivitas yang menenangkan dapat membantu anak memahami bahwa waktu tidur sudah semakin dekat tanpa harus bergantung pada gadget.

Artikel ini mengajak orangtua untuk mengenal berbagai ide rutinitas malam anak tanpa paparan layar yang praktis dan mudah diterapkan. Pendekatan yang diulas menekankan suasana hangat, konsisten, dan penuh ketenangan tanpa unsur paksaan. Rutinitas yang tepat, waktu tidur tidak lagi menjadi momen penuh negosiasi, melainkan berubah menjadi saat yang menyenangkan dan dinantikan, sehingga anak dapat tidur lebih nyenyak dan tumbuh dengan lebih optimal.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

1. Menentukan jadwal tidur yang teratur

Menentukan jadwal tidur yang teratur membantu anak lebih mudah mengantuk dan tidur nyenyak secara konsisten. (Foto: pvproductions/Freepik)

Menetapkan jam tidur dan bangun yang sama setiap hari membantu tubuh anak mengenali pola istirahatnya sendiri. Konsistensi ini berperan penting dalam mengatur jam biologis sehingga anak lebih mudah merasa mengantuk pada waktu yang tepat. Meski di akhir pekan, usahakan perbedaannya tidak terlalu jauh agar ritme tidur anak tetap stabil dan tidak mengganggu kebiasaan yang sudah terbentuk.

2. Menciptakan lingkungan kamar yang nyaman dan tenang

Suasana kamar sangat memengaruhi kualitas tidur anak. Orangtua dapat meredupkan pencahayaan, menjaga suhu ruangan tetap sejuk, serta mengurangi suara yang mengganggu. Lingkungan yang nyaman membantu tubuh anak beralih ke mode istirahat, sekaligus memberikan rasa aman yang membuat anak lebih mudah rileks sebelum tidur.

3. Mengisi waktu dengan aktivitas menenangkan

Aktivitas sebelum tidur sebaiknya bersifat ringan dan tidak memicu stimulasi berlebihan. Membacakan buku cerita, mengajak anak menggambar, atau berbincang santai tentang kegiatan hari itu dapat menjadi cara efektif untuk menurunkan energi. Kegiatan ini juga membantu anak melepaskan emosi dan pikiran yang masih aktif sehingga lebih siap untuk beristirahat.

3 dari 3 halaman

4. Menjalankan rutinitas yang konsisten dan berulang

Menjalankan rutinitas yang konsisten dan berulang membantu anak mengenali waktu tidur dan merasa lebih tenang sebelum terlelap. (Foto: gpointstudio/Freepik)

Melakukan rangkaian aktivitas yang sama setiap malam, misalnya mandi, mengenakan piyama, membaca cerita, lalu tidur, akan membantu anak mengenali sinyal alami menuju waktu tidur. Rutinitas yang berulang memberikan struktur yang jelas sehingga anak merasa lebih tenang dan tidak kaget saat harus berhenti beraktivitas.

5. Memberikan kedekatan emosional sebelum tidur

Sentuhan hangat seperti pelukan, usapan lembut, atau ucapan positif dari orangtua dapat menenangkan perasaan anak. Momen ini membantu anak merasa dicintai dan aman, sekaligus mengurangi kecemasan yang sering muncul menjelang tidur. Ikatan emosional yang kuat juga membuat anak lebih kooperatif dalam menjalani rutinitas malam.

6. Menghindari aktivitas yang terlalu merangsang

Permainan yang terlalu aktif, suasana ramai, atau aktivitas yang memicu emosi berlebihan sebaiknya dihindari menjelang waktu tidur. Aktivitas semacam ini dapat membuat tubuh dan pikiran anak kembali terjaga. Dengan menjaga suasana tetap tenang, anak memiliki kesempatan untuk benar-benar bersiap memasuki fase istirahat.

Melalui rutinitas malam yang sederhana, konsisten, dan bebas gadget, waktu tidur tidak hanya membantu anak beristirahat lebih nyenyak, tetapi juga menciptakan kebiasaan sehat yang berdampak positif bagi tumbuh kembangnya dalam jangka panjang.