Mengelola Emosi saat Dikritik Pasangan, Keluarga, dan Rekan Kerja

Anisya FandiniDiterbitkan 28 Januari 2026, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Kritik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan pasangan, keluarga, maupun di lingkungan kerja. Meski bertujuan untuk memberi masukan, kritik sering kali memicu emosi negatif seperti marah, tersinggung, atau kecewa, terutama jika disampaikan dengan cara yang kurang tepat. Tidak jarang, reaksi emosional yang berlebihan justru memperburuk hubungan.

Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menerima kritik. Ada yang mampu menanggapinya dengan tenang, namun ada pula yang langsung merasa diserang secara pribadi. Perbedaan ini biasanya dipengaruhi oleh pengalaman, kondisi emosional, dan cara seseorang memaknai kritik itu sendiri.

Belajar mengelola emosi saat dikritik sangat penting agar hubungan tetap sehat dan komunikasi berjalan dengan baik. Dengan sikap yang lebih terbuka dan pengendalian emosi yang tepat, kritik dapat diubah menjadi sarana refleksi dan pengembangan diri.

2 dari 4 halaman

Tenangkan Diri Sebelum Merespons

Menenangkan diri./Copyright freepik.com/author/jcomp

Saat menerima kritik, reaksi pertama sering kali bersifat emosional. Tarik napas dalam-dalam dan beri jeda sebelum merespons agar emosi tidak langsung meledak. Menenangkan diri membantu pikiran lebih jernih dan mencegah ucapan yang bisa disesali kemudian.

Memberi waktu sejenak juga membantu memisahkan perasaan dari inti kritik yang disampaikan.

3 dari 4 halaman

Dengarkan dengan Pikiran Terbuka

Kamu Sangat Peka Terhadap Emosi Orang Lain (Kecerdasan Interpersonal) | copyright ChatGPT/Ai

Cobalah mendengarkan kritik tanpa langsung menyela atau membela diri. Fokus pada pesan yang ingin disampaikan, bukan pada nada atau emosi penyampainya. Sikap terbuka membantu memahami sudut pandang orang lain dengan lebih objektif.

Dengan mendengarkan secara utuh, kamu bisa menilai apakah kritik tersebut membangun atau sekadar luapan emosi.

 

4 dari 4 halaman

Bedakan Kritik dengan Serangan Pribadi

ilustrasi mengungkapkan isi hati/copyright freepik.com/freepik

Tidak semua kritik bertujuan menyakiti. Penting untuk membedakan antara kritik yang membangun dengan serangan pribadi. Kritik biasanya berfokus pada perilaku atau situasi tertentu, bukan pada kepribadian secara keseluruhan.

Memahami perbedaan ini membantu mengurangi rasa tersinggung dan menjaga harga diri tetap sehat.

Mengelola emosi saat dikritik bukanlah hal yang mudah, tetapi sangat penting untuk menjaga hubungan yang sehat. Dengan menenangkan diri, mendengarkan secara terbuka, dan berkomunikasi dengan bijak, kritik dapat menjadi alat untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan pasangan, keluarga, maupun rekan kerja