Bahaya Mengkonsumsi Garam Berlebih bagi Kesehatan

Anisya FandiniDiterbitkan 24 Januari 2026, 14:15 WIB

Fimela.com, Jakarta - Garam adalah bumbu penting yang hampir selalu hadir dalam makanan sehari-hari. Rasanya yang dapat meningkatkan cita rasa membuat banyak orang tanpa sadar mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan. Padahal, konsumsi garam yang terlalu tinggi dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan tubuh dalam jangka pendek maupun panjang.

Tubuh memang membutuhkan natrium yang terkandung dalam garam untuk menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, dan kontraksi otot. Namun, jumlah yang berlebihan justru akan membebani organ tubuh, terutama jantung, ginjal, dan pembuluh darah. Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan menambahkan garam berlebih pada makanan bisa menjadi awal munculnya berbagai masalah kesehatan.

Mengetahui risiko dan bahaya konsumsi garam berlebih penting agar kita bisa mengatur pola makan lebih sehat. Dengan membatasi asupan garam, tubuh tetap dapat berfungsi optimal tanpa harus mengorbankan rasa makanan. Berikut beberapa bahaya utama yang bisa timbul akibat konsumsi garam berlebihan.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

1. Meningkatkan Tekanan Darah dan Risiko Penyakit Jantung

Diet plant-based bisa jadi salah satu senjata utama untuk kamu meminimalkan tekanan darah tinggi. (Foto dok: Freepik/jcomp).

Konsumsi garam berlebih membuat tubuh menahan lebih banyak cairan untuk menjaga keseimbangan natrium. Akibatnya, volume darah meningkat dan tekanan pada dinding pembuluh darah pun naik. Tekanan darah tinggi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan kardiovaskular lainnya.

Selain itu, garam berlebih juga dapat memengaruhi elastisitas pembuluh darah dan mempercepat proses pengerasan arteri, sehingga kesehatan jantung menjadi lebih rentan.

3 dari 4 halaman

2. Membebani Fungsi Ginjal

Ginjal bertugas menyaring kelebihan natrium dari darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Saat asupan garam terlalu tinggi, ginjal bekerja lebih keras untuk membuang natrium berlebih melalui urine. Beban kerja yang terus-menerus ini dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal, batu ginjal, hingga gagal ginjal dalam jangka panjang.

Konsumsi garam yang moderat membantu ginjal tetap sehat dan mendukung metabolisme tubuh secara optimal.

4 dari 4 halaman

3. Memicu Retensi Cairan dan Pembengkakan

Garam yang berlebihan membuat tubuh menahan cairan lebih banyak, sehingga muncul gejala retensi cairan. Retensi ini dapat menyebabkan pembengkakan pada tangan, kaki, wajah, hingga area perut. Selain itu, cairan yang menumpuk juga dapat memengaruhi berat badan dan membuat tubuh terasa lebih kaku dan tidak nyaman.

Orang dengan kondisi tertentu, seperti hipertensi atau gangguan jantung, harus sangat berhati-hati karena retensi cairan bisa memperparah gejala.

Mengkonsumsi garam secara berlebihan memang terlihat sepele, namun dampaknya terhadap kesehatan sangat signifikan. Dengan membatasi asupan garam dan memilih bahan makanan yang lebih sehat, kita dapat menjaga tekanan darah, fungsi ginjal, dan keseimbangan cairan tubuh. Perubahan kecil dalam pola makan sehari-hari dapat membuat tubuh tetap sehat dan berenergi dalam jangka panjang.