Tips Mengatakan ‘Tidak’ pada Anak Secara Efektif

Anisya FandiniDiterbitkan 28 Januari 2026, 14:45 WIB

Fimela.com, Jakarta - Mengatakan “tidak” pada anak adalah salah satu tantangan tersulit bagi orang tua. Seringkali, orang tua merasa bersalah atau khawatir anak kecewa ketika menolak permintaan mereka. Padahal, kemampuan untuk mengatakan “tidak” dengan cara yang tepat justru penting untuk membentuk disiplin, batasan, dan pemahaman anak tentang konsekuensi tindakan.

Anak yang terbiasa selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan cenderung kesulitan memahami batasan. Sebaliknya, anak yang diajarkan menerima penolakan dengan cara yang bijak belajar mengelola emosi, menghargai aturan, dan bersikap lebih sabar. Kunci dari penolakan yang efektif adalah cara menyampaikannya agar anak tetap merasa didengar dan dihargai.

Orang tua bisa menerapkan strategi khusus agar kata “tidak” tidak menimbulkan drama atau perlawanan berlebihan. Dengan pendekatan yang tepat, anak belajar memahami batasan tanpa merasa diabaikan atau dipaksa. Berikut beberapa tips efektif yang bisa dicoba dalam keseharian.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

1. Jelaskan Alasan dengan Jelas dan Tenang

Komunikasi Ibu dan Anak (Foto: Freepik.com)

Saat mengatakan “tidak”, jangan hanya menolak tanpa penjelasan. Anak-anak perlu memahami alasan di balik penolakan, misalnya karena alasan keamanan, kesehatan, atau aturan rumah. Menjelaskan dengan bahasa sederhana membantu anak menerima keputusan orang tua tanpa merasa ditolak secara pribadi.

Selain itu, berbicara dengan tenang dan tidak marah membuat pesan lebih mudah diterima. Nada suara yang lembut memberi kesan pengertian, bukan hukuman, sehingga anak lebih kooperatif.

3 dari 4 halaman

2. Tawarkan Alternatif yang Wajar

Berikan nasihat dalam bentuk cerita. (Foto/Dok: freepik.com/our-team)

Daripada hanya menolak, memberikan alternatif dapat membuat anak merasa dihargai. Misalnya, jika anak ingin camilan manis sebelum makan malam, tawarkan camilan sehat sebagai gantinya. Cara ini membantu anak belajar membuat pilihan yang tepat dan memahami kompromi.

Memberikan alternatif juga mengurangi potensi tantrum atau frustrasi karena anak merasa tetap memiliki kendali atas situasi.

4 dari 4 halaman

3. Tetap Konsisten dan Tegas

komunikasi dengan anak adalah langkah penting. credits: pexels/silverkback

Konsistensi sangat penting agar anak memahami batasan. Sekali aturan diberlakukan, orang tua perlu menegakkannya setiap saat tanpa pengecualian. Anak akan belajar bahwa keputusan orang tua bukan sekadar pilihan sesaat, tetapi aturan yang berlaku secara konsisten.

Tegas bukan berarti kasar; konsistensi dikombinasikan dengan empati membuat anak lebih mudah menerima penolakan dan belajar menghormati batasan.

Konsistensi sangat penting agar anak memahami batasan. Sekali aturan diberlakukan, orang tua perlu menegakkannya setiap saat tanpa pengecualian. Anak akan belajar bahwa keputusan orang tua bukan sekadar pilihan sesaat, tetapi aturan yang berlaku secara konsisten.

Tegas bukan berarti kasar; konsistensi dikombinasikan dengan empati membuat anak lebih mudah menerima penolakan dan belajar menghormati batasan.