Sukses

FimelaMom

4 Aktivitas Ayah dan Anak yang Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Fimela.com, Jakarta Kecerdasan emosional seorang anak bisa hadir dari apapun yang ada disekitarnya. Terutama, dari kebiasaan melihat inspirasi bagi masa pertumbuhan mereka, Ayah dan Ibunya. Tidak hanya dari orang tua, banyak dari Interaksi sehari-hari anak mulai dari bangun  tidur hingga mengakhiri hari yang terus berubah.

Dilansir dari positivepsychology.com, kecerdasan emosional merupakan salah satu kemampuan yang dapat membantu anak-anak memahami diri mereka sendiri dan orang lain, berkomunikasi, dan menangani perasaan yang tidak menyenangkan. Hal ini juga membantu mereka mengembangkan dan mempertahankan hubungan

Interaksi orang tua adalah salah satu hal yang akan selalu dibutuhkan masa pertumbuhan kecerdasan emosional pada anak. Koneksi anak dan aktivitas yang dekat dengan Ibu mungkin sudah sering menjadi perbincangan. Tapi, peran ayah tentu juga dibutuhkan oleh seorang anak. Mari kita coba aktivitas anak-anak bersama ayah untuk meningkatkan kecerdasan emosionalnya.

1. Bermain Kartu Kejujuran

Parents mungkin pernah mendengar permainan kartu yang memberikan kesempatan bagi siapapun untuk bisa saling berbincang tanpa rasa canggung. Kegiatan ini bisa membantu jika kita sedang kehabisan topik. Dengan cara lain, parents tidak perlu menggunakan kartu, bisa dengan mengumpulkan dan mencari pertanyaan-pertanyaan dan topik-topik tertentu untuk kemudian dijadikan permainan bersama anak untuk saling mengekspresikan emosi dan menyampaikan perasaan yang dimiliki. Ayah dan anak bisa bergantian atau bergiliran untuk mendapatkan pertanyaan, semacam truth or dare untuk saling menyampaikan pikiran.

2. Mengurutkan Emosi

Bagi anak yang belum terlalu bisa banyak berbincang, aktivitas ini bisa menjadi pilihan sderhana bagi para Ayah. Aktivitas yang satu ini berfokus pada kemampuan anak untuk mengidentifikasi dan memahami berbagai perasaan. Gambarkan lima emosi dasar yaitu, Senang, Sedih, Marah, Takut, dan Malu di kertas tempel atau media apapun.

Kemudian, tuliskan emosi yang terkait dengan setiap kategori dan pisahkan gambar-gambar tersebut. Ajak anak-anak untuk mencari tahu di mana setiap gambar dari emosi dapat dimasukkan ke dalam salah satu dari lima kategori dasar tersebut. 

3. Storytelling dengan Mengenal Emosi

Kreativitas membuat cerita antara ayah dan anak bisa menghadirkan berbagai kemampuan dalam satu waktu. Doronglah anak-anak untuk membuat cerita yang mencakup berbagai emosi. Kemudian, dengan menggunakan boneka, atau bahkan menggambar karakter anak -anak bisa mengilustrasikan cerita mereka. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengeksplorasi berbagai skenario emosi, melatih empati menempatkan diri pada karakter, kesabaran kreativitas, serta kerjasama dengan Ayah.

4. Ball of Emotions

Tidak jauh berbeda dengan kegiatan storytelling, pada aktivitas ini, anak-anak dilatih untuk memiliki fokus yang tinggi. Bersamaan dengan cerita-cerita yang menggambarkan emosi, siapkan sebuah bola-bola kecil dan gelas, cup atau wadah apapun sebagai gambaran lima emosi dasar. Disini, Ayah menceritakan berbagai emosi bersamaan dengan anak-anak yang berlatih untuk mendengarkan dan memperhatikan cerita. Anak-anak harus mendengarkan emosi apa yang tersebut, untuk kemudian memasukkan bola yang sesuai dengan emosi yang ada pada cerita ke dalam wadah yang sesuai. 

Pada dasarnya, parents bisa membersamai anak-anak melatih kecerdasan emosional dari manapun. Dari kegiatan sehari-hari anak, mulai dari kasih sayang hingga ketegasan untuk memperingati sebagai evaluasi dari apa yang anak-anak lakukan. Permainan sederhana apapun bisa menjadi wadah pembelajaran bagi anak selama orang tua bisa menjelaskan dan memaknai kegiatan-kegiatan tersebut dan berperan langsung disamping perjuangan anak. Selamat mencoba!

Penulis: Nadya Aufia

#Unlocking the Limitless

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading