Sukses

Lifestyle

Perkuat Aksi Iklim Melalui Budaya Literasi

Fimela.com, Jakarta - Sejak 2024, Buibu Baca Buku (BBB) terus berupaya meningkatkan kepedulian terhadap isu iklim dan lingkungan melalui program Climate Literacy for Mothers atau Literasi Iklim untuk Ibu. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman para ibu agar berani bersuara serta mengambil aksi nyata dalam mitigasi krisis iklim. BBB juga memastikan sudut pandang, gagasan, dan keresahan para ibu menjadi bagian dari perubahan sistem.

Hal itu disampaikan Puty Puar, Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Buibu Baca Buku, dalam acara “Buibu Berdaya Bumi: Dari Literasi jadi Aksi”, Sabtu (30/5/2026) di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

“Program kami ini judulnya Literasi Iklim untuk Ibu. Biasanya kami memang ngobrol soal literasi dan pendidikan. Tapi kami melihat isu iklim sekarang semakin mendesak untuk dibicarakan,” ucap Puty.

Berangkat dari keresahan itu, Puty menyoroti minimnya pelibatan ibu dalam kebijakan energi dan kelistrikan.

“Kapan ibu-ibu diajak ngobrol? Jarang, kan. Padahal ibu-ibu juga belum tentu memahami isu itu, dan kalaupun bersuara, belum tentu didengar. Yang kami rasakan sekarang, semua orang harus membicarakan isu iklim,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Ibu-ibu sering ngomongin perubahan iklim, padahal dampaknya paling langsung ke kami. Misalnya harga beras naik, listrik padam—yang paling pusing mikir solusinya ya ibu. Tanpa sadar, itu semua terkait perubahan iklim.”

Untuk menjawab tantangan tersebut, Puty menekankan pentingnya pemahaman iklim bagi kaum ibu.

“Makanya ibu-ibu harus punya pemahaman. Caranya? Dengan menerbitkan buku anak. Harapannya, saat anak dibacakan buku, ibunya ikut belajar juga. Jadi proses literasinya jalan untuk dua pihak: anak belajar soal iklim, ibunya juga belajar. Mau tidak mau kan dia akan ditanya anaknya. Akhirnya ada diskusi di rumah,” ujarnya.

Dalam praktiknya selama dua tahun, BBB mengintegrasikan literasi iklim ke berbagai kegiatan komunitas, seperti diskusi buku, membaca nyaring read aloud, lokakarya, lomba resensi buku, hingga diskusi bersama penulis. Pendekatan ini membuka percakapan tentang iklim dengan bahasa yang lebih mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anggota komunitas.

Seiring berjalannya waktu, program ini berkembang menjadi ruang kolaborasi yang lebih luas. BBB memberdayakan lebih dari seratus komunitas lokal dan Taman Baca Masyarakat di 16 provinsi, mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua Selatan. Selain menyalurkan buku bertema krisis iklim, BBB juga memberikan pembekalan materi dan pelatihan membaca nyaring bagi puluhan komunitas agar kegiatan dapat berjalan mandiri di wilayah masing-masing.

 

Pembelajaran dari perjalanan program melalui acara “Buibu Berdaya Bumi: Dari Literasi jadi Aksi

Memasuki tahun ketiga pada 2026, BBB membagikan cerita dan pembelajaran dari perjalanan program melalui acara “Buibu Berdaya Bumi: Dari Literasi jadi Aksi”. Melalui acara ini, BBB mengajak berbagai pihak hadir dalam ruang refleksi bersama atas langkah yang telah dilakukan, memperkuat kolaborasi, serta memperluas jejaring demi menjaga semangat dan konsistensi aksi iklim.

Puty menyampaikan, program ini telah menjangkau hampir 9.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia dan bekerja sama dengan lebih dari seratus kolaborator.

Acara diramaikan dengan diskusi menarik seputar isu iklim dan lingkungan, mulai dari pangan, transisi energi, kota ramah lingkungan dan bebas polusi, hingga pengembangan karakter peduli lingkungan pada anak dalam ekosistem sekolah maupun keluarga.

Berbagai narasumber berpengalaman turut hadir, antara lain: Agus P. Tampubolon, Direktur Iklim dan Transisi Energi Berkeadilan IESR; Gina Karina, Kepala Sekretariat Koalisi Sistem Pangan Lestari; Muhammad Gibraltar Elmalik, Founder Bijak Kertas – Kapten Kepik; Delih Ratnasari, praktisi home schooling; Roosie Setiawan, Founder Reading Bugs, Komunitas Read Aloud Indonesia; Ranggi Kanya, Head of Academic Sekolah Murid Merdeka; dan lainnya.

Dalam acara ini, BBB juga meluncurkan dua buku terbaru dalam Seri Keluarga Panik, yaitu “Dari Mana Listrik Berasal?” dan “Makan Apa Hari Ini?”. Sesuai judulnya, “Dari Mana Listrik Berasal?” menjelaskan sumber energi, sementara “Makan Apa Hari Ini?” membahas perjalanan makanan hingga sampai ke piring kita. Kedua buku disajikan dengan cerita dan ilustrasi menarik, serta dilengkapi panduan aktivitas seru untuk orang tua dan anak.

Diharapkan buku-buku ini dapat menjadi media belajar yang menyenangkan bagi keluarga untuk memahami isu lingkungan sejak dini.

Melalui “Buibu Berdaya Bumi”, Buibu Baca Buku berharap semakin banyak keluarga dan komunitas yang terlibat dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading