Sukses

Lifestyle

Cuaca Panas Semakin Ekstrem, Begini Cara Bijak Menggunakan Air

Fimela.com, Jakarta - Cuaca panas yang terasa semakin ekstrem belakangan ini bukan hanya membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa air bersih adalah sumber daya yang semakin penting untuk dijaga. Di tengah suhu yang terus meningkat dan musim yang semakin sulit diprediksi, kebiasaan sederhana seperti menghemat air di rumah kini menjadi bagian dari gaya hidup yang semakin relevan.

Meski Indonesia dikenal sebagai negara tropis dengan curah hujan tinggi, kenyataannya persoalan air bersih tetap menjadi tantangan. Data Worldometer menunjukkan Indonesia memiliki sumber daya air terbarukan yang besar, namun jutaan masyarakat masih belum memiliki akses terhadap air minum yang aman.

Di sisi lain, penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari terus meningkat. OECD memproyeksikan jumlah penduduk dunia yang mengalami tekanan air atau water stress dapat meningkat hingga 40 persen pada 2050. Konsumsi air harian masyarakat sebenarnya jauh lebih besar dari yang sering dibayangkan. Untuk mandi, mencuci pakaian, memasak, hingga membersihkan rumah, satu orang dapat menggunakan ratusan liter air setiap hari.

Data konsumsi air domestik di berbagai negara menunjukkan rata-rata penggunaan air rumah tangga berada di kisaran 100 hingga lebih dari 300 liter per orang per hari. Karena itu, menghemat air bukan lagi sekadar kampanye lingkungan, melainkan kebutuhan jangka panjang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan urbanisasi menjadi faktor yang memperbesar risiko krisis air global. Bahkan, lebih dari dua miliar orang di dunia saat ini hidup di wilayah dengan tekanan air tinggi.

 

Hemat Air Jadi Bagian dari Gaya Hidup

Penelitian dari jurnal internasional Water (MDPI) juga menyoroti bahwa perilaku hemat air di rumah tangga menjadi salah satu langkah paling penting untuk menghadapi ancaman kelangkaan air di masa depan. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dinilai mampu memberi dampak signifikan terhadap keberlanjutan sumber daya air.

Menariknya, gaya hidup hemat air saat ini mulai bergeser menjadi bagian dari conscious living. Banyak orang mulai lebih sadar terhadap durasi mandi, memilih mesin cuci hemat air, mematikan keran saat menyikat gigi, hingga menggunakan kembali air bekas mencuci sayur untuk menyiram tanaman. Seperti dikutip dari Independent.co.uk, berikut beberapa cara menghemat air di tengah cuaca panas.

1. Mandi cepat daripada berendam

Anda dapat menghemat lebih banyak air dengan mandi cepat daripada berendam. Mandi lebih singkat juga akan mengurangi jumlah air yang Anda gunakan. Lisa Gahan, direktur sumber daya air South West Water, mengatakan orang dapat menghemat enam liter air jika mereka menghabiskan waktu satu menit lebih sedikit di kamar mandi.

2. Matikan keran

Mematikan keran saat Anda menyikat gigi, bercukur, atau mencuci tangan dapat menghemat hingga enam liter air per menit, menurut Badan Lingkungan Hidup.

 

3. Pasang alat penghemat air di toilet

Model tangki toilet lama dapat menggunakan hingga 13 liter per siraman, sedangkan model yang lebih modern menggunakan enam liter per siraman atau kurang.

Alat berbiaya rendah ini, yang juga dikenal sebagai alat penghemat air tangki toilet, adalah kantung yang dapat Anda masukkan ke dalam tangki toilet. Alat ini terisi air dan membantu mengurangi jumlah air yang digunakan untuk menyiram toilet.

Beberapa perusahaan air akan mengirimkan satu alat ini secara gratis jika Anda tinggal di wilayah cakupan yang tepat dan memintanya, seperti Southern Water dan Northumbrian Water.

4. Hindari selang air

Meskipun larangan penggunaan selang air belum diterapkan di daerah Anda, menggunakan penyiram tanaman sebagai pengganti selang air akan menghindari pemborosan air.

South West Water juga merekomendasikan untuk menyiram tanaman Anda di pagi atau sore hari agar air membutuhkan waktu lebih lama untuk menguap dan tanaman Anda dapat memanfaatkannya secara maksimal.

Jika memungkinkan, pasang penampung air hujan. Satu penampung air hujan dapat menampung air hujan yang cukup untuk mengisi penyiram tanaman sebanyak 25 kali, yang akan membantu Anda menghindari menyalakan keran atau selang untuk menyiram tanaman Anda.

5. Hindari menyiram halaman rumput

Halaman rumput yang cokelat mungkin terlihat agak menyedihkan, tetapi alternatifnya bisa berarti membuang ribuan liter air. Badan Lingkungan Hidup menyatakan: “Menyiram halaman rumput dengan air ledeng adalah pemborosan. Menyiram rumput mendorong pertumbuhan akar yang dangkal, yang dapat membuat rumput lebih rentan terhadap kekeringan.

“Rumput itu kuat dan akan tumbuh kembali, bahkan jika berubah menjadi cokelat dan tidak disiram selama periode kering.”

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading