Fimela.com, Jakarta - Jennie BLACKPINK memasuki babak baru dalam hidupnya. Tepat di hari ulang tahunnya pada 16 Januari, sang idol resmi membuka pameran foto perdana bertajuk “JENNIE PHOTO EXHIBITION ‘J2NNI5’” di Seoul. Bukan sekadar selebrasi, pameran ini terasa seperti catatan personal, mengajak publik melihat fragmen perjalanan Jennie di usia 20-an, sebelum akhirnya melangkah ke kepala tiga dengan versi dirinya yang lebih jujur dan apa adanya.
Digelar di Youthquake Gallery, Jongno District, pameran ini akan berlangsung hingga 29 Januari. Lokasinya pun istimewa, berada di area pusat kota Seoul dengan latar yang ikonik, seolah menjadi simbol bahwa Jennie sedang menatap kembali tempat yang membesarkannya, sekaligus menatap masa depan.
Bertajuk “J2NNI5”, pameran ini menampilkan rangkaian foto Jennie ketika ia berusia 25 tahun, sebagian besar belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Melansir dari Korea JoongAng Daily, foto-foto tersebut merupakan hasil bidikan para fotografer ternama Korea, yakni Hong Jang-hyun, Shin Sun-hye, dan Mok Jung-wook, yang menangkap Jennie dalam momen-momen tak terencana.
Alih-alih menampilkan visual yang sepenuhnya “dipoles”, pameran ini justru menonjolkan sisi Jennie yang lebih natural, ekspresi kecil, gestur spontan, hingga aura intim yang jarang terlihat oleh publik. Seolah Jennie ingin mengatakan bahwa di balik sorotan panggung, ia tetap manusia biasa yang tumbuh, rapuh, lalu belajar menerima diri sendiri.
Perjalanan Emosi dari Lantai ke Lantai
Begitu memasuki venue, pengunjung langsung disambut ruangan temaram dengan meja panjang berisi potongan puzzle. Ketika puzzle itu disusun, potret Jennie perlahan muncul di dinding dan permukaan meja,sebuah pembuka yang terasa simbolis, seperti proses merangkai kembali potongan diri yang pernah tercecer oleh waktu.
Di lantai dua, suasana berubah menjadi lebih terang. Deretan foto bernuansa natural dan cerah menampilkan Jennie dalam versi yang lembut, ringan, dan hangat.
Sementara di lantai berikutnya, atmosfer dibuat lebih intim. Nuansa monokrom mendominasi, dengan potret yang lebih personal dan emosional. Beberapa foto dipajang pada layar tipis yang menggantung, menghadirkan sensasi rapuh namun berani. Ada pula karya berwarna biru akrilik yang menampilkan Jennie di dalam air yang puitis, tenang, sekaligus seperti metafora tentang proses menyelam ke dalam diri sendiri.
Pameran ditutup di area rooftop, di mana pengunjung dapat mendengarkan narasi suara Jennie yang menyebutkan kata-kata kunci seperti “twenty-five”, “curiosity”, “time”, dan “love”. Sederhana, namun terasa dalam.
Dalam lagu rilisan 2025 berjudul “Seoul City”, Jennie pernah menyanyikan kalimat, “In Seoul city, I see your soul.” Dan lewat pameran ini, kalimat itu terasa menjadi refleksi yang lebih personal: bukan hanya melihat jiwa kota, tapi juga melihat jiwanya sendiri.
Seperti yang dikutip dari Korea JoongAng Daily, Jennie pun mengaku, saat melihat kembali foto-foto di usia 25, ia sempat merasa canggung dan ingin menyingkirkan banyak gambar karena merasa “malu” dan hanya ingin menyisakan foto yang menurutnya terlihat cantik. Namun seiring waktu, ia menyadari alasan ia mengambil foto-foto itu bukan sekadar untuk tampil sempurna, melainkan untuk merekam dirinya yang nyata. Pada akhirnya, Jennie memilih berdamai. Ia menerima bahwa semua potret itu adalah dirinya, tanpa perlu filter, tanpa perlu validasi berlebihan.
Ada Photobook Edisi Terbatas, Hingga Donasi untuk Amal
Selain menikmati pameran, pengunjung juga bisa membeli photobook edisi terbatas serta merchandise resmi yang menambah kesan eksklusif dari proyek ini. Menariknya, pendapatan dari penjualan tiket disebut akan didonasikan untuk amal, membuat pameran ini terasa bukan hanya personal, tetapi juga punya makna sosial.
Pada akhirnya, “J2NNI5” bukan sekadar pameran foto. Ini adalah ruang di mana Jennie memperlihatkan bahwa memasuki kepala tiga tak harus selalu tentang menjadi “lebih sempurna”, melainkan menjadi lebih jujur, dan lebih berani untuk tampil apa adanya.